Friday, April 20, 2012

Pengadaan Bandwidth


Generasi di atas kita dulu, mempunyai koleksi lengkap Ensilokpedia lengkap Americana atau Britannica maka dianggap orang hebat atau setidaknya intelek.  Buku ensilokpedia dirawat dan tempatkan pada rak yang terhormat.  Pada saat ini  telah berubah paradigmanya, hanya dengan mengklik semua informasi yang jumlahnya jutaan kali dari ensilokpedia akan terpampang di depan kita. Sekarang Wikipedia menggantikan ensilokpedia. Maka waktunya kita berpikir melampui kebiasaan, keluar dari kotak yang membatasi kita (Agus Prabowo Deputi PPSDM LKPP)

Informasi yang jumlahnya bagai samudera ilmu, adalah kewajiban kita untuk kita berikan kepada masyarakat. Dibuat titik-titik bebas atau hot spot agar para pelajar tidak ketinggalan informasi dan komunikasi. Bila anggaran terbatas  minimal dapat diadakan pengadaan untuk instansi kita,  agar pelayanan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan profesional. Diantaranya dapat digunakan untuk layanan pengadaan secara eprocurement.


Untuk keperluan tersebut dan untuk mempermudah kita berbagi informasi maka diperlukan peran kita dalam pengadaan band with.

Dalam pengadaan bandwith, yang saya ketahui ada dua yaitu dengan media satelit atau dengan media fiber optik.  Penyedia fiber optik dibanyak daerah cenderung satu penyedia.  Meskipun demikian pengadaannya seharusnya tidak dilakukan dengan penunjukkan langsung.

Maka pelelangannya dilakukan dengan pengadaan jasa lainnya  yang dikompetisikan adalah kemampuan penyedia untuk menyediakan jasa layanan internet yang besar, cepat dan murah.

 Persyaratan yang mungkin harus dipenuhi  pada saat ini antara lain ( jangan tinggalkan syarat penyedia di Perpres 54)
1.   Wajib memiliki kerjasama dengan penyelenggara jasa interkoneksi internet (NAP) yang telah memiliki izin dari Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika yang dibuktikan dengan Perjanjian Kerjasama (PKs) dengan NAP tersebut atau Surat Dukungan dari NAP tersebut
2.   izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (ISP) dari Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika
3.   Pengalaman
memiliki pengalaman pada subbidang pengadaan Jasa Internet dengan Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara hanya untuk usaha non kecil, dengan ketentuan: (1) KD = 5 NPt; NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub-bidang pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir; (2) Dalam hal kemitraan yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mewakili kemitraan; (3) KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS; (4) Pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya
4.   Untuk usaha NON KECIL (walau nilainya dibawah Rp. 2.5 miliar, karena kompetensi ini yang bisa memenuhi adalah usaha non kecil, emangnya ada usaha kecil yg bisa, mohon info kalo ada ya)
5.   Bila diperlukan ada uji coba dalam evaluasi  teknis.
Untuk memastikan mudah dan cepatnya akses.
6. Jaminan kesanggupan  / respon bila ada masalah tidak berfungsi akan ditindaklanjuti paling lambat dalam 24 jam.

Agar dicermati harga pelayanan band with cenderung menurun tiap tahun. Sering penurunannya sangat ekstrem. Saran saya lakukan survey HPS kepada para pengguna, yang telah menggunakan.

Bila internet anda mudah dan cepat, kita dapat bertukar informasi lebih banyak lagi. Ini termasuk bagian dari sedekah ilmu dan silaturahmi kita di dunia maya.

3 comments:

  1. Sedikit masukan pak, untuk respon time, akan lebih baik ditambah dengan FIX TIME, karena bisa saja direspon dengan cepat tapi perbaikannya belum tentu selesai.
    Demikian, mohon ijin di copas ya tulisannya.

    Salam Pengadaan dari Bogor

    heldi

    ReplyDelete
  2. kalo saya ensklopedia tetap nyaman lho pak....sensasi dan pengalamannya beda membaca hardcopy dibanding softcopy (maklum jadul), he3

    ReplyDelete
  3. Jadi pengadaan bandwith di pemerintahan harus menggunakan vsat dan fiber optic saja ya sebagai media transmisi nya? Tidak boleh dengan media lain seperti wireless atau BWA ...? Butuh masukan

    ReplyDelete