Saturday, December 3, 2016

EVALUASI SISTEM NILAI DI PEKERJAAN KONSTRUKSI ?



Apanya yang mau dipersaingkan  untuk di nilai ?
Metode evaluasi untuk pekerjaan konstruksi ada tiga yaitu
a.       Sistem gugur
b.       Sistem gugur dengan ambang batas

c.       Sistem nilai
d.       Sistem biaya selama umur ekonomis
Bagaimana penggunaan sistem nilai untuk pekerjaan konstruksi ?
Apanya yang mau dipersaingkan  untuk di nilai ?
Dalam pekerjaan konstruksi untuk evaluasi sistem nilai jarang digunakan, kemungkinan dapat dipergunakan di pengadaan terintegrasi seperti di design & build, EPC, PBC dsb.
Umumnya pengadaan konstruksi dengan menggunakan sistem gugur.
Bagaimana dengan sistem gugur dengan ambang batas. Penggunaan penilaian dengan ambang batas memungkinkan adanya subyektifitas dari para penilai ketika tidak dapat membuat kriterai yang tepat.
Dalam Permen PU 31 tahun 2015, penggunaan sistem gugur dengan ambang batas, di batasi penggunaannya, penetapan kriterianya harus mendapat ijin / persetujuan eselon 1.
Jadi sebaiknya membuat metode evaluasi di pengadaan jasa konstruksi dengan sistem gugur saja, yaitu dengan menetapkan kriteria yang harus dipenuhi, dan agar diingat kriteria yang harus dipenuhi jangan berlebih-lebihan, misal pekerjaan sederhana saja kok minta tenaga SKA, bahkan minta banyak lagi, memangnya mereka nanti ( para tenaga SKA akan berperan dan hadir selama pelaksanaan kontrak konstruksi ??? ).

No comments:

Post a Comment