Saturday, May 12, 2012

HPS bisa menjadi kerugian negara ?


Dalam menghitung  kerugian  negara  sering pemeriksa menggunakan  perhitungan    yang dibuat oleh pemeriksa  sendiri .  Lebih parah lagi kalau HPS yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  digunakan sebagai dasar  perhitungan kerugian negara. Padahal di Perpres 54 tahun 2010 Pasal 66 ayat 6 “HPS bukan sebagai dasar untuk menentukan besaran kerugian negara”.

Mari kita lihat, terciptanya harga transaksi  berdasarkan urutan proses, minimal  akan  ada empat level harga.  Empat level harga tersebut sebagai berikut :


¡  Harga standar Biaya.
Misal ada anggaran di tahun 2011 untuk suatu pekerjaan di DPA senilai Rp. 400 juta.
Untuk menyusun  DPA 2011, tentunya akan disusun di tahun 2010, misal di bulan Juli 2010,  kita menggunakan Standar Biaya (standar biaya yang digunakan dibuat di tahun 2010, misal dibuat di bulan Februari 2010).
Dari contoh ini DPA ini, terlihat DPA 2011 yang diterima dibulan Januari 2011 dibuat berdasar survey harga di bulan Februari 2010.

¡  Harga  HPS.  
Pada bulan  Februari 2011, ada pelelangan, maka dibuat HPS yang mengacu kepada harga pasar di bulan Februari 2011. Setelah survey minimal dari tiga sumber ketemulah HPSnya adalah sebesar Rp. 380 juta.
Terlihat disini standar biaya di Feb 2010 dan HPS di bulan Feb 2011

¡  Harga Penawaran Penyedia.
Berdasar HPS Rp. 380 juta dilakukan pelelangan. Ada 5 penyedia yang menawar, yaitu
PT A Rp.  378 juta
PT B Rp.   375 juta
PT  C Rp.  369 juta
PT  D Rp.  367 juta
PT  E  Rp.  364 juta
Pelelangan diproses, PT E gugur di evaluasi, maka berdasar urutan harga, terpilih PT D senilai Rp. 367 juta.

   ¡  Harga kontrak
Maka dilakukan kontrak dengan penyedia PT D senilai Rp. 367 juta

Di tahun 2012, datanglah tim pemeriksa, tim tersebut memeriksa pekerjaan ini, dan mencari data sendiri akhirnya dibuat versi HPS pemeriksa yaitu senilai Rp. 362 juta.  Pemeriksa menganggap ada kerugian negara senilai Rp. 367 juta – Rp. 362 juta menjadi Rp. 5 juta.

Apakah ada kerugian negara senilai Rp.  5 juta.  Ketika diindikasikan ada kesenjangan harga, maka perlu dilihat oleh pemeriksa :

-         Adakah prosedur yang dilanggar dalam pelelangan ?
-         Adakah perbuatan KKN dalam pelelangan ini ?

Ketika ada kesalahan prosedur meruapakan kesalahan dalam hukum administrasi. Bila ada prosedur yang dilanggar masih belum merupakan kerugian negara, tetapi sebagai langkah pembuka untuk menelusuri kerugian negara. Kemudian adanya  perbuatan KKN (Kolusi, Korupsi  dan Nepotisme) akan mengarah ke kerugian negara. Dengan demikian KKN harus dihindari oleh pokja ULP. Pemberian yang nilainya sedikit dari penyedia, bisa dikaitkan dengan besarnya kerugian negara.  Misal anggota pokja ULP atau PPK terima Rp. 100 ribu dari penyedia, sedangkan hitungan kerugian negara Rp. 5 juta, maka tidak mudah bagi pemeriksa untuk mempercayai nilai Rp. 100 ribu.

Dalam kegiatan ini, belum tentu ditransaksi ini ada kerugian negara. Di kegiatan lelang ada biaya-biaya yang timbul sebagai proses pelelangan yaitu misalnya biaya penyusunan penawaran, membuat jaminan penawaran,  biaya transportasi datang ke tempat pokja ULP untuk pembuktian kualifikasi dsb.

Berikutnya HPS yang dibuat oleh PPK adalah dari sumber-sumber yang terbatas.  HPS yang dibuat oleh PPK sebenarnya hanya sebagai alat bantu dalam menuju penawaran yang wajar. Yang sangat penting adalah proses pelelangan :

-        dilakukan melalui pelelangan yang bersifat terbuka dan disana terjadi kompetisi di antara penyedia. Dengan kompetisi yang terbuka maka harga akan menuju harga yang sebenarnya. Dengan demikian akan menciptakan persaingan yang terbuka.
-     dengan menggunakan sarana eprocurement LPSE LKPP, dengan media ini , akan  mengurangi pengaturan lelang .
-      dilakukan oleh para anggota pokja ULP dan PPK yang berintegritas,  kompeten dan professional

 Tulisan ini belum tentu tepat dengan kejadian yang mungkin kita alami, namun tulisan ini diharapkan akan memperkaya wawasan kita dan menambah keyakinan kita untuk mengadakan barang/jasa, dengan pengadaan yang baik dan akuntable akan  meningkatkan pelayanan dan kualitas kinerja instansi kita. 

5 comments:

  1. Pak, pendapat saya, untuk kerugian negara dikembalikan ke Pasal 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2004.

    ReplyDelete
  2. KABAR BAIK BERITA BAIK

    Halo semuanya, saya SUWANDI dari Indonesia. Saya menyarankan Anda semua di sini untuk tidak mengajukan pinjaman di mana-mana untuk perusahaan atau pemberi pinjaman di halaman web ini, sebagian besar perusahaan di sini adalah palsu, curang dan penipuan, dan juga beberapa kesaksian di sini salah mereka adalah orang yang sama. Karena itu, berhati-hatilah untuk tidak menjadi mitra mangsa Indonesia. Saya ditipu empat kali sekitar Rp 200.000.000 untuk biaya pendaftaran, biaya transfer, bea masuk dan biaya asuransi, setelah pembayaran ini saya tidak mendapatkan pinjaman, tetapi mereka meminta saya untuk membayar lagi dan lagi. Ini akan menarik Anda untuk Mengetahui ada undang-undang tentang pembiayaan hukum atau aturan boardings ini dalam memperoleh pinjaman dari setiap hukum pemberi pinjaman atau perusahaan. Saya bersyukur bahwa saya menerima pinjaman cepat sebesar $ 250.000 dari sebuah perusahaan yang teman saya Achmad Halima telah perkenalkan. Perusahaan pinjaman yang benar dan dapat dipercaya (ALEXANDER ROBERT). Mereka sekarang adalah perusahaan terbesar di AS, Eropa, dan di seluruh Asia. Misi dan komitmen Anda kepada Alexander's Loan Company didedikasikan untuk memudahkan impian Anda dan membantu kita semua yang telah ditipu dan ditipu dalam proses mendapatkan pinjaman segera, memberi Anda keramahan kelas dunia. Perusahaan Pinjaman Alexander atau pemberi pinjaman tahu apa yang harus ada di sepatu Anda dan mereka berusaha keras untuk tidak melupakan perasaan itu. Mereka akan mendapatkan kepercayaan Anda dengan menyampaikan kepada Anda informasi yang perlu Anda ketahui, jika Anda perlu tahu dan hak untuk menawarkan pinjaman (pedagang atau pinjaman pribadi) dan layanan keuangan.

    Saya sangat berbakti untuk membantu negara saya mendapatkan pinjaman terhadap penipuan dan segera, email saya adalah (suwandirobby01@gmail.com) atau (achmadhalima@gmail.com)

    Hubungi saya atau (alexanderrobertloan@gmail.com) untuk informasi lebih lanjut, saya bersedia membantu. Tuhan memberkati kalian semua.

    ReplyDelete
  3. Nama saya Aditya Aulia saya mengalami trauma keuangan karena saya ditipu dan ditipu oleh banyak perusahaan pinjaman online dan saya pikir tidak ada yang baik bisa keluar dari transaksi online tapi semua keraguan saya segera dibawa untuk beristirahat saat teman saya mengenalkan saya. untuk Ibu pada awalnya saya pikir itu masih akan menjadi permainan bore yang sama saya harus memaksa diri untuk mengikuti semua proses karena mereka sampai pada kejutan terbesar saya setelah memenuhi semua persyaratan karena permintaan oleh proses saya bisa mendapatkan pinjaman sebesar 350jt di rekening Bank Central Asia (BCA) saya saat saya waspada di telepon saya, saya tidak pernah mempercayainya, agaknya saya bergegas ke Bank untuk memastikan bahwa memang benar ibu kontak sekarang mengalami terobosan pemanasan jantung dalam kehidupan finansial Anda melalui apakah itu atau apakah kamu ingin mengkonfirmasi dari saya? Anda bisa menghubungi saya melalui surat saya: {aditya.aulia139@gmail.com} dan juga Anda bisa menghubungi perusahaan ISKANDAR LESTARI LOAN COMPANY via: {mail:iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}


    WhatsApp:(+44) 7480 729811
    Tel....(+44) 7480 729811
    e_mail:::[aditya.aulia139@gmail.com]
    https://wordpress.com/view/iskandarlestari.wordpress.com
    [iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com]

    ReplyDelete
  4. Hari yang baik untuk semua warga negara Indonesia, nama saya Nurul Yudianto, tolong, saya ingin berbagi kesaksian hidup saya yang sebenarnya di sini di platform ini sehingga semua warga negara Indonesia berhati-hati dengan pemberi pinjaman pinjaman di internet

    Setelah beberapa waktu berusaha mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan terus ditolak, saya memutuskan untuk mengajukan pinjaman secara online tetapi saya curang dan kehilangan Rp18,7 juta, kepada seorang wanita di saudi arabia dan Nigeria.

    Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan teman saya Nyonya Rika Nadia (rikanadia6@gmail.com) yang kemudian memperkenalkan saya kepada Lady Esther, manajer Cabang dari Access Loan Firm, sehingga teman saya meminta saya untuk mendaftar dari LADY ESTHER, jadi saya Menjerit dituangkan dan dihubungi LADY ESTHER. melalui email: (estherpatrick83@gmail.com)

    Saya mengajukan pinjaman sebesar Rp250 juta dengan suku bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui dengan mudah tanpa tekanan dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk pengalihan pinjaman, saya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari satu setengah jam uang pinjaman telah dimasukkan ke dalam rekening bank saya.

    Saya pikir itu adalah lelucon sampai saya menerima panggilan dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan jumlah Rp250 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan telah menjawab doa-doa saya dengan buku pinjaman dengan pinjaman asli saya, yang telah memberi saya keinginan hati saya.

    Semoga Tuhan memberkati LADY ESTHER untuk mewujudkan kehidupan yang adil bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs. LADY ESTHER melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) atas pinjaman Anda

    Akhirnya saya ingin berterima kasih kepada Anda semua karena meluangkan waktu untuk membaca kesaksian hidup saya yang sebenarnya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa kepada Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: (nurulyudianto2@gmail.com) Salam

    ReplyDelete
  5. Saya Suryanto dari Indonesia di Kota Palu, saya mencurahkan waktu saya di sini karena janji yang saya berikan kepada LADY ESTHER PATRICK yang kebetulan adalah Tuhan yang mengirim pemberi pinjaman online dan saya berdoa kepada TUHAN untuk dapat melihat posisi saya hari ini.

    Beberapa bulan yang lalu saya melihat komentar yang diposting oleh seorang wanita bernama Nurul Yudianto dan bagaimana dia telah scammed meminta pinjaman online, menurut dia sebelum ALLAH mengarahkannya ke tangan Mrs. ESTHER PATRICK. (ESTHERPATRICK83@GMAIL.COM)

    Saya memutuskan untuk menghubungi NURUL YUDIANTO untuk memastikan apakah itu benar dan untuk membimbing saya tentang cara mendapatkan pinjaman dari LADY ESTHER PATRICK, dia mengatakan kepada saya untuk menghubungi Lady. Saya bersikeras bahwa dia harus memberi tahu saya proses dan kriteria yang dia katakan sangat mudah. dari Mrs. ESTHER, yang perlu saya lakukan adalah menghubunginya, mengisi formulir untuk mengirim pengembalian, mengirim saya scan kartu identitas saya, kemudian mendaftar dengan perusahaan setelah itu saya akan mendapatkan pinjaman saya. . Lalu saya bertanya kepadanya bagaimana Anda mendapatkan pinjaman Anda? Dia menjawab bahwa hanya itu yang dia lakukan, yang sangat mengejutkan.

     Saya menghubungi Mrs ESTHER PATRICK dan saya mengikuti instruksi dengan hati-hati untuk saya, saya memenuhi persyaratan mereka dan pinjaman saya disetujui dengan sukses tetapi sebelum pinjaman dipindahkan ke akun saya, saya diminta membuat janji untuk membagikan kabar baik tentang Mrs. ESTHER PATRICK dan itulah mengapa Anda melihat posting ini hari ini untuk kejutan terbesar saya, saya menerima peringatan Rp350.000.000. jadi saya menyarankan semua orang yang mencari sumber tepercaya untuk mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs. ESTHER PATRICK melalui email: (estherpatrick83@gmail.com) untuk mendapatkan pinjaman yang dijamin, Anda juga dapat menghubungi saya di Email saya: (suryantosuryanto524@gmail.com)

    ReplyDelete