Thursday, May 23, 2013

Bagaimana membuat passing grade atau ambang batas ?



Membuat passing grade atau ambang batas dapat dilakukan oleh pokja ulp (panitia pengadaan) berdasar kajian secara teknis oleh seseorang atau tim yang memiliki kompetensi teknis. Kajian teknis tersebut untuk menilai pada nilai berapa suatu penawaran dapat memenuhi atau tidak memenuhi dalam mencapai keperluan minimal atau out put minimal dari suatu kegiatan.

Contoh berikut adalah bagaimana menyusun ambang batas untuk suatu  pekerjaan konstruksi

a. metode pelaksanaan (mempunyai nilai 60% dari total):
1) Site manajemen                           (10%)
- Baik = 10% dari total
- Cukup = 5% dari total
- Kurang = 2% dari total

2) Pengendalian lingkungan            (7%)
- Baik = 7% dari total
- Cukup  = 5% dari total
- Kurang = 2% dari total

3) Metode pekerjaan                       (28%)
- Baik = 28% dari total
- Cukup  = 15% dari total
- Kurang = 2% dari total

4) Quality control                            (15%)
- Baik = 15% dari total
- Cukup = 10% dari total
- Kurang = 3% dari total

Nilai minimal metode pelaksanaan = 35% dari total .
Nilai 35% diperoleh dari nilai baik yaitu =  5% + 5% + 15% + 10% = 35 %

b.  jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima pertama Pekerjaan (PHO) (mempunyai nilai 15% dari nilai total):

1) Jadwal utama kegiatan pelaksanaan pekerjaan   (6% )
- Baik = 6% dari total
- Cukup  = 4% dari total
- Kurang = 2% dari total

2) Jadwal penggunaan peralatan                             (3%)
- Baik = 3% dari total
- Cukup = 2% dari total
- Baik  = 1% dari total

3) Jadwal kedatangan material                                (3%)
- Baik = 3% dari total
- Cukup = 2% dari total
- Baik = 1% dari total

4) Jadwal penempatan tenaga kerja                         (3%)
- Baik = 3% dari total
- Cukup = 2% dari total
- Kurang = 1% dari total

Nilai minimal jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan = 10% dari total

Nilai 10% diperoleh dari nilai baik yaitu =  4% + 2% + 2% + 2% = 10 %

c. spesifikasi teknis bahan/material/barang utama (mempunyai nilai 25% dari nilai total):

1) Spesifikasi teknis yang ditawarkan                                             (10%)
- baik  = 10% dari total
- cukup = 6% dari total
- kurang = 0

2) Brosur bahan/material/barang utama                                        (10%)
- baik = 10% dari total
- cukup = 6% dari total
- tidak ada = 0

3) Surat dukungan bahan/material/barang utama dari supplier     (5%)
- baik = 5% dari total
- cukup = 3% dari total
- tidak ada = 0

Nilai minimal spesifikasi teknis = 15% dari total
Nilai 15% (spesifikasi teknis)  diperoleh dari nilai baik yaitu =  6% + 6% + 3% = 15 %
Nilai total ambang batas minimal (a+b+c) = 60% dari total
NILAI TOTAL  AMBANG BATAS DIPEROLEH DARI  35% + 10% + 15% = 60%

No comments:

Post a Comment