Monday, January 13, 2014

Supplier Perception Model dalam pengadaan pemerintah

Supplier Perception Model adalah model bagi kita untuk melihat bagaimana penyedia berminat atau tidak berminat dalam pengadaan.

Model secara umum ini lebih tepat dalam pengadaan secara agregat yaitu pengadaan secara nilai gabungan untuk semua pengadaan pemerintah  atau juga untuk pengadaan suatu satuan kerja tertentu yang memiliki nilai pengadaan yang besar.
kita dapat menilai pengadaan kita dengan persepsi penyedia ini atau kita dapat menilai pengadaan kita dalam bagian pengadaan secara agregat nasional.




Persepsi Penyedia   MARGINAL

  1. Motivasi Penyedia RENDAH
  2. Tingkat prioritas menjual ke satuan kerja / instansi di sisi Penyedia B/J RENDAH
  3. Posisi tawar-menawar satuan kerja / instansi : RENDAH
  4. Potensi pengembangan usaha bagi penyedia: KECIL
  5. Menganggap transaksi ke satuan kerja / instansi sebagai bisnis tambahan / sampingan saja.

Persepsi Penyedia Kategori EXPLOIT (Pendalaman)
  1. Nilai pengadaan besar  tetapi Penyedia tidak tertarik membangun kerjasama jangka panjang dengan satuan kerja / instansi.
  2. Tidak ada langkah-langkah khusus yang ditempuh Penyedia untuk membuat satuan kerja / instansi  menjadi target  utama penyedia
  3. Jika Penyedia paham dengan posisinya, mereka cenderung menaikkan harga jualnya.

Persepsi Penyedia Kategori DEVELOP (Pengembangan)
  1. Nilai pengadaan kecil, tetapi mereka senang menjadi penyedia di satuan kerja / instansi
  2. Penyedia siap meluangkan waktu dan biaya untuk membangun kerjasama jangka panjang dengan satuan kerja / instansi
  3. Penyedia di kuadran ini sangat ideal untuk pengembangan hubungan kerja jangka panjang.

Persepsi Penyedia Kategori CORE (Utama)
  1. Kebutuhan satuan kerja / instansi sudah merupakan bisnis inti dari Penyedia B/J
  2. Melakukan langkah-langkah yang serius untuk membina hubungan jangka panjang dengan satuan kerja / instansi
  3. Penyedia yang ideal untuk hubungan jangka panjang

1 comment: