Rabu, 29 Januari 2014

TATA CARA PENILAIAN EVALUASI KUALIFIKASI KONSULTAN BADAN USAHA



A.   Evaluasi Kualifikasi hanya berdasarkan Formulir Isian Kualifikasi, yang terdiri dari:
1.   penilaian Persyaratan Administrasi Kualifikasi yang dilakukan dengan Sistem Gugur; dan
2.   evaluasi Persyaratan Teknis Kualifikasi yang dilakukan dengan Sistem Nilai untuk menghasilkan Calon Daftar Pendek.

B.   Penilaian Persyaratan Administrasi Kualifikasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.      data kualifikasi untuk peserta yang melakukan kemitraan/Kerja Sama Operasi disampaikan oleh pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO;
2.   memiliki surat izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
3.   perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana;
4.   salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya tidak masuk dalam daftar hitam;
5.   memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF) yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak dengan tanggal penerbitan paling lama 1 (satu) bulan sebelum tanggal mulai emasukan Dokumen Kualifikasi.
[Persyaratan perpajakan dikecualikian untuk Penyedia asing (khusus untuk International Competitive Bidding)];
6.   memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia jasa konsultansi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak;
7.   memiliki kemampuan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai;
8.   memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan;
9.   menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan;
10.    dalam hal peserta akan melakukan kemitraan:
a.    wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut;
b.    evaluasi persyaratan administrasi kualifikasi pada angka 1 sampai dengan angka 8  dilakukan terhadap seluruh peserta yang tergabung dalam Kerja Sama Operasi/kemitraan;


 11.   memiliki sertifikat manajemen mutu ISO atau persyaratan lain seperti peralatan khusus, tenaga ahli spesialis yang diperlukan, atau pengalaman tertentu, apabila disyaratkan. Untuk Badan Usaha yang bermitra, persyaratan ini disyaratkan bagi perusahaan yang melaksanakan pekerjaan yang membutuhkan sertifikat atau persyaratan lainnya tersebut;
12.   [bagi peserta untuk pekerjaan kompleks yang akan melakukan kemitraan/kerja sama operasi, maka Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi wajib di akta notariskan]

C.   Peserta yang memenuhi Persyaratan Administrasi Kualifikasi dilanjutkan dengan melakukan Evaluasi Persyaratan Teknis Kualifikasi.

D.  Apabila tidak ada Peserta yang memenuhi Persyaratan Administrasi Kualifikasi maka seleksi dinyatakan gagal.

E.    Evaluasi Persyaratan Teknis Kualifikasi dengan kriteria penilaian pengalaman perusahaan pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara serta kedudukan peserta sebagai berikut:
1.   Pengalaman pada pekerjaan sejenis;
Dihitung jumlah paket pengalaman perusahaan pada pekerjaan yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Lembar Data Kualifikasi (LDK) Huruf D angka 2 Jumlah paket pengalaman perusahaan yang paling banyak dijadikan pembanding untuk mendapatkan nilai. Nilai yang diperoleh dikali dengan bobot yang ditentukan dalam LDK. Rumusan penghitungan sebagai berikut:

NP X = JPP X / JPP Tertinggi x 100 x Bobot Sub unsur
 
 Keterangan:
X          = Nama perusahaan peserta kualifikasi
NP       = Nilai Pengalaman
JPP       = Jumah Pengalaman Perusahaan

 

Contoh :
Nama Perusahaan
Jumlah Paket Pengalaman Sejenis
Bobot
(40-55%)
Nilai Pengalaman
1
2
3
4

PT. A

20

40%
 20/10 x 100 x 40% =  20


PT. B

10

40%
 10/40 x 100 x 40% =  10


PT. C

40
(tertinggi)

40%
 40/40 x 100 x 40% =  40


2.   Kesesuaian besaran nilai pekerjaan sejenis yang pernah diselesaikan dengan nilai pekerjaan yang akan dikompetisikan, dihitung berdasarkan nilai kontrak tertinggi. Nilai kontrak kontrak tertinggi yang sama degan atau lebih besar dari HPS diberi nilai maksimal dan tetap (dapat dikonversi berdasarkan nilai pada saat pekerjaan dilaksanakan). Nilai kontrak yang kurang dari HPS, diberi nilai dengan cara membandingkan nilai kontrak tersebut dengan nilai HPS paket pekerjaan.
Rumusan perhitungan sebagai berikut:

a) Untuk nilai kontrak tertinggi lebih besar atau sama dengan HPS.

 NKPS = bobot x 100





 b) Untuk nilai kontrak kurang dari HPS.



  NKPS = Nilai kontra tertinggi / HPS x bobot x 100


Keterangan :
NKPS                = Nilai Kesesuaian Pekerjaan Sejenis


Contoh :
HPS = Rp 500.000.000,-
Nama Perusahaan
NPT
(Rp)
Bobot
(35-45%)
NKPS
1
2
3
4
PT. A
1.000.000.000
45%
45
PT. B
550.000.000
45%
45
PT. C
400.000.000
45%
36

3.   Pengalaman Pekerjaan pada lokasi yang sama pada tingkat Kabupaten/Kota;
Dihitung jumlah paket pengalaman perusahaan pada pekerjaan yang sesuai pada tingkat Kabupaten/Kota. Jumlah paket pengalaman perusahaan yang paling banyak pada tingkat Kabupaten/Kota tersebut, dijadikan pembanding untuk mendapatkan nilai. Nilai yang diperoleh dikali dengan bobot yang ditentukan dalam LDK. Rumusan penghitungan sebagai berikut:

 NP X = JPPL X / JPPL Tertinggi x 100 x Bobot Sub unsur

Keterangan:
X          =  Nama perusahaan
NPL      =  Nilai Pengalaman di Lokasi
JPPL     = Jumlah Pengalaman Perusahaan di Lokasi

Contoh :
a)       Lokasi pekerjaan di Kabupaten X, yang berada di Provinsi Y.

Nama Perusahaan
Jumlah Paket Pengalaman Sejenis pada Kabupaten/Kota __________
Bobot
(5-15%)
Nilai Pengalaman Sejenis pada Kabupaten/Kota
(NPL)
1
2
3
4

PT. A

10
(tertinggi)

10%

10/10 x 100 x 10% =  10


PT. B

6

10%

 6/10 x 100 x 10% =  6

PT. C

8


10%

 8/10 x 100 x 10% =  8


b)       Lokasi pekerjaan di wilayah Provinsi DKI Jakarta
Untuk jumlah paket pengalaman sejenis di wilayah Provinsi DKI Jakarta, tidak dibedakan wilayah administrasi di bawahnyanya.

Nama Perusahaan
Jumlah Paket Pengalaman Sejenis di  Provinsi DKI Jakarta
Bobot
(5-15%)
Nilai Pengalaman Sejenis pada Kabupaten/Kota
(NPL)
1
2
3
4

PT. A

10
(tertinggi)

10%

 10/10 x 100 x 10% =  10

PT. B

6

10%

 6/10 x 100 x 10% =  6

PT. C

8


10%

 8/10 x 100 x 10% =  8

4.   Domisili Perusahaan Induk (tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, kecuali Provinsi DKI Jakarta).

Contoh:
a)        Lokasi pekerjaan di Kabupaten X, Provinsi Y.

Nama Perusahaan
Domisili Perusahaan Induk
Bobot
(5%)
Nilai Domisili
(Bobot x 100)
1
2
3
4
PT. A
Provinsi Y
5%
5
PT. B
Kabupaten X
5%
5
PT. C
Provinsi DKI
5%
0

b)       Lokasi pekerjaan di Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.

Nama Perusahaan
Domisili Perusahaan Induk
Bobot
(5%)
Nilai Domisili
(Bobot x 100)
1
2
3
4
PT. A
Provinsi Y
5%
0
PT. B
Kabupaten X
5%
0
PT. C
Provinsi DKI
5%
0


5.   Jumlah bobot 1, 2, 3, dan 4 sama dengan 100%

Contoh:
Nama Perusahaan
Nilai Pengalaman
NKPS
Nilai Pengalaman Sejenis pada Kabupaten/Kota
Nilai Domisili*)
Total

Bobot 40%
Bobot 45%
Bobot 10%
Bobot 5%
100%
1
2
3
4
5
6
PT. A
20
45
10
5
80
PT. B
10
45
6
5
66
PT. C
40
36
8
0
84
            *) Lihat contoh pada angka 4 huruf a)

F.    Peserta yang memenuhi Persyaratan Teknis Kualifikasi dimasukan sebagai Calon Daftar Pendek dilanjutkan dengan Pembuktian Kualifikasi.

G.  Apabila tidak ada yang memenuhi Persyaratan Teknis kualifikasi maka seleksi dinyatakan gagal.

H.     Pokja ULP memeriksa dan membandingkan antara persyaratan pada Dokumen Kualifikasi dengan data kualifikasi peserta yang tercantum pada aplikasi SPSE  dalam hal:
1.   kelengkapan Data Kualifikasi; dan
2.   pemenuhan persyaratan kualifikasi.

I.     Formulir Isian Kualifikasi untuk KSO yang tidak dibubuhi materai tidak digugurkan, peserta diminta untuk membayar denda materai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

J.        Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi Data Kualifikasi yang telah dikirmkan melalui aplikasi SPSE.

K.      Evaluasi Kualifikasi belum merupakan kompetisi maka data kualifikasi yang kurang dapat dilengkapi paling lambat sebelum batas akhir pemasukan Data Kualifikasi.

4 komentar:

  1. Butuh pencerahan sedikit pak,,,,
    Salah satu penilaian administrasi kualifikasi adalah Kemampuan menyediakan PERALATAN dan PERSONIL (Tenaga Ahli)..untuk melaksanakan pekerjaan,,,,,,,
    Pertanyaannya pak,,, khusus ke personil.
    1). Jika perusahaan yang dievaluasi, personilnya (tenaga ahli) tidak mencukupi sesuai dengan KAK dan HPSnya,,,,apakah dinyatakan TIDAK MEMENUHI SYARAT ?????
    2). Apakah yang dinilai cukup yang DIMILIKI oleh perusahaan??? Apakah sebatas Tenaga Ahli Tetap atau bisa juga Tenaga Ahli Tidak Tetap????
    Bagaimana definisi KEMAMPUAN MENYEDIAKAN PERSONIL dalam syarat administrasi kualifikasi ini pak,,,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Personil diminta tenaga ahli minimalyang harus dipunyai misalnya ada tenaga tetap yang bisa menjadi lead manager.
      detail tenaga ahli nanti disampaikan pada penawaran (bukan pada kualifikasi)
      Dalam dokumen penawaran, biasa tenaga tetap atau tenaga tidak tetap.
      tx mohon koreksi juga...

      Hapus
  2. mohon ijin share ke blog saya Pak Mudji. Untuk referensi pribadi. Terimakasih

    BalasHapus
  3. mohon masukannya..jika tidak salah saya pada standar dok e-lelang yang dikeluarkan lkpp, bahwa
    tanaga ahli belum diminta dalam persyaratan kualifikasi, tetapi baru diminta didalam dok. teknis.. hal ini berbeda dalam standar dok. lelang Non e_proc bahwa persyaratan tenaga ahli tetap sudah dinilai sebagaimana diatur dalam BAB VIII TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI.. pertanyaan saya adalah,,
    APAKAH PERSYARATAN MEMILIKI TENAGA AHLI itu diminta dalam DOK. PRAKUALIFIKASI atau diminta didalam DOKUMEN PEMILIHAN. mohon bantuannya

    BalasHapus