Saturday, May 31, 2014

Kerugian Negara aturan yang lama atau yang baru



Tulisan ini diambil /dicuplik dari bagian tulisan yang berjudul TINDAK PIDANA DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH yang ditulis oleh

ROMLI ATMASASMITA GURUBESAR EMERITUS UNPAD
Dalam praktik penegakan hukum, pengertian keuangan Negara berdasarkan UU RI Nomor 1 Tahun 2004 pada pasal 1 butir 22,  berkaitan erat dengan pengertian istilah “Kerugian Negara/Daerah”.[1] Pengertian istilah “ Kerugian  Negara/Daerah”dalam UU Perbendaharaan Negara telah memperjelas/ mempertegas batasan tentang kerugian keuangan Negara/ daerah, yaitu kekurangan uang, surat berharga, dan barang yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai.
Merujuk definisi kerugian Negara/Daerah dalam Pasal 1 angka 22  UU Perbendaharaan Negara jelas bahwa setelah berlakunya undang-undang ini Tanggal 14 Januari 2004, pengertian kerugian keuangan Negara/Daerah tidak dapat ditafsirkan lain selain apa yang telah ditegaskan dalam ketentuan tersebut; tafsir hukum kerugian yang akan timbul atau potensi kerugian Negara  tidak dapat dibenarkan lagi. Sejalan dengan asas lex posteriori derogate lege priori, maka tafsir kerugian Negara/daerah yang sah adalah berdasarkan  UU Perbendaharaan Negara, bukan yang  tercantum dalam ketentuan Pasal 2 dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

[1] Pasal 1 angka 22 UU RI Nomor 1 Tahun 2004


UU No 20 tahun 2001  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
UU No. 1  Tahun 2004 Perbendaharaan Negara 

Perlu diingat apapun sanksinya, jangan melakukan kerugian negara.

4 comments:

  1. Ada pasal lain yang sering disakutkan ke pelaksana PBJ, yaitu memperkaya orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin harus di perjelas pengertian memperkaya orang lain itu. Kadang kala pelaksana pjb todak sadar ato tidak tahu perbuatan tersebut..harus ada definisi yang jelas

      Delete
  2. kalo begitu, memang harus ada Kerugian Negara yang nyata dan pasti jumlahnya dulu baru dapat dianggap kerugian negara. bukan yang berpotensi dapat merugikan keuangan negara
    atau perekonomian negara. Begitu pak

    ReplyDelete
  3. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan? Apakah Anda perlu
    pinjaman untuk memulai bisnis atau untuk membayar tagihan Anda?
    Kami memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan bantuan dan kami memberikan pinjaman kepada perusahaan lokal, internasional dan juga pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%.
    Terapkan Sekarang Via Email: kellywoodloanfirm@gmail.com
    Terima kasih
    Terima kasih dan Tuhan memberkati
    Ibu Kelly

    ReplyDelete