Friday, July 18, 2014

PELAKSANA PENGADAAN TIDAK MEMILIKI KOMPETENSI MAKA DIPERLUKAN TIM TEKNIS



Dalam hal PA/KPA atau PPK atau pokja ULP tidak memahami mengenai suatu substansi atau bahkan banyak substansi maka diperlukan adanya bantuan dari pihak yang kompeten.
Dalam rangka memperoleh bantuan pihak yang kompeten dapat dilakukan melalui :
a.   
   menanyakan kepada instansi yang berwenang atau konsultasi mengunjungi instansi yang berwenang  atau
b.      dapat meminta pihak yang kompeten untuk menjadi narasumber atau pendamping atau konsultan.
Pertanyaan-pertanyan yang memerlukan jawaban dari pihak yang berkompeten antara lain :
a.      bagaimana mensyaratkan mendapatkan barang/jasa yang berkualitas
b.      bagaimana mensyaratkan kriteria penyedianya
c.      bagaimana cara mengevaluasi penawaran
d.      bagaimana kewajaran harga barang/jasa
Pihak yang kompeten dalam membantu pelaksanaan dengan menjadi pendamping maka dapat dimasukkan sebagai tim teknis.
Dengan demikian dalam pengadaan jangan dilupakan adanya biaya-biaya administrasi kegiatan, yang antara lain diperlukan untuk honorarium tim teknis.
Tim teknis diangkat oleh PA/KPA.
Pasal 8 ayat s :
Selain tugas pokok dan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal diperlukan, PA dapat:
a.                  menetapkan tim teknis; dan/atau
Penjelasan: Yang dimaksud dengan tim teknis adalah tim yang dibentuk oleh PA untuk membantu PA dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. Tim teknis antara lain terdiri atas tim uji coba, panitia/pejabat peneliti pelaksanaan Kontrak, dan lain-lain.
Pasal 23 ayat 2 :
K/L/D/I menyediakan biaya pendukung pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai dari APBN/ APBD, yang meliputi:
a.                  honorarium personil organisasi Pengadaan Barang/Jasa termasuk tim teknis, tim pendukung dan staf proyek;

No comments:

Post a Comment