Friday, April 10, 2015

Masa berlaku surat penawaran

SURAT PENAWARAN DALAM DOKUMEN PENGADAAN
Agar dibuat masa berlaku surat penawaran dengan tanggal tertentu. Kalo dengan angka misal 30 hari kemungkinan akan jadi masalah (digugurkan) kalo ada Penyedia terlalu cepat memasukkan penawaran atau ada pengunduran batas waktu penawaran oleh pokja ULP..

Di dokumen pengadaan mengenai Surat penawaran  sbb :
.................
"Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai dengan tanggal......",,,,,,,,,,,,,,

Kalo bisa pokja sebaiknya mengisi saja tanggalnya, artinya penyedia yang menawar menyanggupi menawar sampai dengan tanggal tersebut. Menyanggupi akan bisa mengerjakan. Menyanggupi dengan harga penawaran sampai dengan tanggal tersebut.  Buatlah dokumen pengadaan se simple mungkin, biar nggak banyak penyedia yang gugur karena faktor administrasi.

8 comments:

  1. Assalamualikum..pak mudji.. bagaimana cara pejabat pengadaan menentukan masa berlaku penawaran pada dokumen pengadaan langsung konstruksi..? Mohon pencerahannya pak.. trimakasih. wassalam?

    ReplyDelete
  2. sepengetahuan saya mas rwin dalam menentukkan masa berklaku penawaran pada dokumen pengadaan langsung kontruksi di sesuaikan dengan jenis pekerjaannya, dan kebutuhan penyedia dalam menyampaikan penawaran.

    ReplyDelete
  3. Aslmlkm pak, apakah ada keharusan bahwa masa berlaku surat penawaran 30 hr?

    ReplyDelete
  4. Aslmlkm pak, apakah ada keharusan bahwa masa berlaku surat penawaran 30 hr?

    ReplyDelete
  5. aslmlkm pak, jadi menggugurkan atau tidak pak kalau tanpa tanggal...hanya 30 hari saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering kali kita melihat penawaran calon penyedia yang "keliru" dalam menentukan masa berlakunya penawarannya. Perlu kiranya sekedar "share" bagaimana kita selaku praktisi pengadaan barang jasa pemerintah menganalisa cara pandang yang lebih konstruktif dalam melihat "masa berlaku penawaran." Dari fungsi masa berlaku penawaran itu sendiri, mungkin saja maksud dari Perpres 54/2010 berikut perubahannya adalah untuk mengikat secara hukum waktu berlakunya penawaran tersebut sampai dengan penandatanganan kontrak dilakukan. Pada kasus ini terkadang menjadi dasar Pokja ULP menggugurkan penawaran pada saat evaluasi administrasi jika terjadi kekeliruan pada calon penyedia dalam menentukan tanggal batas akhir berlakunya penawaran tersebut padahal bisa saja dokumen lelang/seleksi terhitung masa berlakunya ditetapkan jauh diatas tanggal penandatangan kontrak atau jadwal kontrak jauh dibawah tanggal syarat masa berlakunya penawaran(mungkin akibat kurang cermat, apalagi pada saat musim lelang).

      Rasanya untuk memudahkan dalam menentukan masa berlaku penawaran pada dokumen lelang/seleksi dapat langsung saja disebut tanggal akhir masa berlakunya guna mencegah salah perhitungan batas waktu yang seringkali dilakukan oleh calon penyedia.

      Sekedar menyamakan persepsi saja, menurut saya pada konteks ini dalam hal mengevaluasi masa berlaku penawaran, gugur atau tidaknya penawaran yaitu dengan melihat tanggal masa berlaku penawaran yang dicantumkan/angka yang dimasukan pada penawaran secara jadwal proses pengadaan masih berada di atas tanggal atau cukup waktu sampai dengan penandatanganan kontrak maka secara administrasi penawaran tersebut masih sah atau tidak digugurkan.

      Delete
  6. Sering kali kita melihat penawaran calon penyedia yang "keliru" dalam menentukan masa berlakunya penawarannya. Perlu kiranya sekedar "share" bagaimana kita selaku praktisi pengadaan barang jasa pemerintah menganalisa cara pandang yang lebih konstruktif dalam melihat "masa berlaku penawaran." Dari fungsi masa berlaku penawaran itu sendiri, mungkin saja maksud dari Perpres 54/2010 berikut perubahannya adalah untuk mengikat secara hukum waktu berlakunya penawaran tersebut sampai dengan penandatanganan kontrak dilakukan. Pada kasus ini terkadang menjadi dasar Pokja ULP menggugurkan penawaran pada saat evaluasi administrasi jika terjadi kekeliruan pada calon penyedia dalam menentukan tanggal batas akhir berlakunya penawaran tersebut padahal bisa saja dokumen lelang/seleksi terhitung masa berlakunya ditetapkan jauh diatas tanggal penandatangan kontrak atau jadwal kontrak jauh dibawah tanggal syarat masa berlakunya penawaran(mungkin akibat kurang cermat, apalagi pada saat musim lelang).

    Rasanya untuk memudahkan dalam menentukan masa berlaku penawaran pada dokumen lelang/seleksi dapat langsung saja disebut tanggal akhir masa berlakunya guna mencegah salah perhitungan batas waktu yang seringkali dilakukan oleh calon penyedia.

    Sekedar menyamakan persepsi saja, menurut saya pada konteks ini dalam hal mengevaluasi masa berlaku penawaran, gugur atau tidaknya penawaran yaitu dengan melihat tanggal masa berlaku penawaran yang dicantumkan/angka yang dimasukan pada penawaran secara jadwal proses pengadaan masih berada di atas tanggal atau cukup waktu sampai dengan penandatanganan kontrak maka secara administrasi penawaran tersebut masih sah atau tidak digugurkan. Salam PBJ

    ReplyDelete