Saturday, August 15, 2015

PEKERJAAN REHAB / PEMELIHARAAN, APAKAH MEMERLUKAN KONSULTAN ?

Penggantian atas gedung senilai Rp 900 juta  ( diganti kerangka baja, genteng, plafon, pengecatan )
Perlukah adanya konsultan perencana dan konsultan pengawas ?
Pekerjaan yang memerlukan perencanaan  dan pengawasan maka diperlukan pihak yang merencanakan dan yang mengawasi agar pekerjaan terlaksana dan kuantitas/kualitas pekerjaan dapat diterima dengan baik.
Dalam hal di instansi kita ada yang memiliki kompetensi teknis konstruksi, misal di dinas pu , kemen PUPR, fakultas teknis perguruan tinggi dst, maka peran konsultan dapat digantikan oleh pejabat/pegawai yang memiliki kompetensi.
Untuk pekerjaan yang kita memiliki kompetensi namun bukan pekerjaan sederhana/kecil dan tidak mempunyai cukup waktu maka lebih baik diserahkan kepada konsultan yang kompeten.
Era orde baru banyak pekerjaan konstruksi yang dilakukan sendiri oleh instansi teknis yang kompeten, tetapi hal demikian tidak menumbuhkembangkan dunia konsultan.

Selanjutnya silahkan dibaca kembali mengenai peraturan pekerjaan gedung negara di Peraturan Menteri PU No. 45 tahun 2007

No comments:

Post a Comment