Saturday, August 6, 2016

Swakelola dari dana APBN dan mata anggarannya

Swakelola kpd kelompok masyarakat itu akunnya hibah atau bantuan sosial atau apa ya ?
Hibah, bansos, swakelola?
Definisi hibah ; pemberian uang/barang/jasa dr pmerintah kpd pmerintah lainx, perusahaan negara/daerah, masyrkat & organisasi masyrakat yg bersifat tidak wajib, tidak mngikat & tdk terus mnerus.
Bantuan sosial; pembrian berupa uang/brang/jasa dr pmerintah kpd masyrakat guna *melindungi masy dr kmungkinan terjadix resiko sosial, mningktkan kmampuan ekonomi dan kesejhtraan masy*.
Swakelola; keg pngadaan b/j yg direncn, dilaks, & diawasi oleh;
1. K/L sendiri
2. Instansi pmerintah lsinx
3. Pokmas (klompok masy).
Ketigax sangat brbeda, dpt disimpulkan bhwa swakelola adalah cara plksanaan yg mungkin sehubungan dgn adanya hibah/bansos td.
Hal2 apa yg dpt diswakelolakan bisa mlihat perpres.
Dlm pengalokasianx dikaitkan dgn plkasanaan b/j dgn swakelola td yg mungkin di lpngan akan bervariasi.
Setahu sy ketentuan yg mngatur BAS (Bagan akun standar tdk mnjelaskan akun swakelola tipe 2 & 3. Yg dikenal dan dijelaskan adalah swakelola tipe 1.
Namun merujuk PMK mngenai pnyusunan RKAKL dan pngesahsn DIPA dpt mnjadi rujukan. Dsana (PMK 143/2015 yg terakhir) disebut utk swakelola tipe 3/pokmas mnggunakan akun/bas *522191 yaitu jasa lainnya*.
Namun kl mlihat pnjelasan akun 522191 pd kep 311 tdk dijelaskan utk hal tersbut.
Utk bsnsos *57xxxx*
Utk hibsh *56xxxx*
Demikian mudah2an dpt membantu

Akun Swakelola tipe 1 dibedakan kedalam 2 kel jenis belanja.
1. Bila bel modal, mk *(cntoh utk gedung)* *533112-533118*
2. Bel brang, cntoh keg bimtek;
- honor timx 52123, honor narsum 522151, atk 521211, perjaldi 524111.

Utk swakelola tipe 2, mnggunkan akun *522191*.
*apa yg membedakan hibah, bansos, dan swakelola?*
Mnurut pndpat sy, merujuk definisi swakelola pd perpres 54 adalah semata-mata mngenai cara plksanaan b/j, mk yg membedakan ketigax adalah;
1. Swakelola tdk ada prnyerahan aset. Jd kl terkait aset, itu tetap milik pmerintah.
2. Hibah dan bansos ada pmberian barang (bila brang yg diberikan)
3. Hibah dan bansos bedax, hibah tdk mngikat dan sewaktu2, bansos ada potensi resiko sosial yg terjadi pd masyrakat.

Kalo ke kelompok masyarakat ada pemberian seperti traktor, genset, kapal penangkap ikan, gamelan dsb...apakah.hal ini bukan asset ?

Itu aset pak, namun merujuk kyakx kl mlihat perpres 54, itu tdk trmasuk 11 jnis pek yg dpt diswakelolakan (mohon maaf kl kliru).
Jd klau K/L bermaksud memberi itu kpd masyrskat, akan lbih tepat mlalui jalur hibah/bansos.
Mnurut sy, yg bisa memberikan hibah adalah BUN, dan K/L yg dpt memberikan bansos adalah k/l yg terksit dgn adanya potensi resiko sosial td, misal kemensos.

Ada pek yg dpt diswakelolakan kpd pokmas terkait konstruksi yg biasa dipakai kemendikbud yg terkait dana DAK, yaitu membngun ruang belajar. Ini bisa diswakelolakan kpd yg pokmas yg kompeten. Hnya sy tdk tahu itu sekolah swasta atau negeri?
Kl sekolah negeri, berarti asetx tetap punya pemda, kl swasta berarti asetx milik organisa masy.

Ini yg td sempat disinggung, krn blum jlas diatur, mk plaksanaanx dpt bervariatif di lapangan terkait hal yg ditanyakan

Kalo ke kelompok masyarakat ada pemberian seperti traktor, genset, kapal penangkap ikan, gamelan dsb...
Pengadaan barang2 tersebut dilakukan oleh kldi 🙏🏼

Kl traktor, genset, kpal pnangkap ikan, gamelan (ini merupakan aset) akan diserahkan kpd masyrkat, mka K/L yg berniat memberikan aset tersebut tdk boleh mencatatx sbg aset pd neraca K/L. Tp sbg persediaan (PP 71/2010)

Bila keg ini tdk dpt diswakelolan mk yg lbih tepat adalah hibah/bansos berbntuk barang.
Cara plksanaan pngadaanx mlalui pnyedia jasa sesuai perpres 54/2010 .

Tapi realitanya....misal genset...diadakan kldi atau pokmas...ternyata kalo diadakan oleh poknas di daerahnya sendiri bisa lebih murah...daripada pengadaan dan pengirimsn oleh kldi...bgmn ini ?

1. Mnurut pndapat sy ini tdk termasuk dlm 11 jnis keg yg dpt diswakelolakan (merujuk perpres 54).
2. Realita yg disampaikan, trnyta kl oleh pokmas dpt lbih murah...
Bila hal demikian terjadi, rekomendasi sy adalah hibah/bansos berbentuk uang, bukan barang.
K/L hrs mempertimbangkan masak2, alternatif yg akan dipilih uang/brang trntux brdsarkan informasi data yg valid.
Bila sdh diputuskan uang, mka tinggal bgaimna cara membayarx?
Dpt mnggunkan pmbyran LS dgn skema sprti yg disebut dlm perpres 54, yaitu 40%, 30% & 30%.
Kira2 bgitu pndpat sy, jd semuax bisa masuk (win2 solutionx)

Meskipun skema 40, 30, 30 cocokx utk pngadaan by proses, buksn bli jadi
Kl bli jd, kasihkan sj 100%

Kadang2 ada area yg tidak sekedar hitam putih aturan😀...tetapi aturan harus dipahami karena ketaatan pada aturan masih menjadi kriteria oleh auditor dan APH

Apakah 40 30 30 praktek yg terjadi bgmn...dpt dilakukan atau ada skema lain ?

Itu td alternatif terminim resikox mnurut sy dr semua aspek pngadaan dan keuangan.

Pertanggunjawaban atau untuk pencairan 40 30 30 bgmn ?
Dlm APBN, juknis terkait pmbyran swakelola tdk diatur dlm pp 45/2013 &PMK 190/2012. Dlm APBD juga spertix tdk diatur dlm permendagri 13/2006 & perubhanx 21/2011.
Setahu sy skema itu sdh lma ada di peraturan pbj, jaman keppres 80/2003 kyakx sdh ada.
Yg pernah trjadi adalah, pmbyran sprti pd skema trsebut 40, 30, 30 sprti pd proyek PPK (Proyek pengembngan kecamatan), setiap kec dpt 1 M, utk keg fisik dan non fisik dimana keg tsrbut adalah diusulkan dr bawah rt--rw--> kecamatan.
Pertanggungjawabanx adalah dgn mnyampaikan laporan kpd PA/KPA baik lap fisik dan keuangan dgn skema persis/mirip perpres, yaitu :
1. Stelah ttd perjsnjisn 40% dibyar.
2. Dibyar lg 30%, kl progress uang trpakai sdh 30%
3. Dst

Dulu istilahx PJOK
Skrg krn sdh ada pmisahan kewenangan trsbut yaitu administratif beheer ke K/L dan BUN tdk membuatkan aturan maen pmbyran dan pertanggungjawaban swakelola tipe 3, saran saya;
*K/L menetapkan juknis pertanggungjawaban serta syrat pmbyran sendiri*
Pngajuan tagihan ke BUN (KPPN), cukup SPM, data kontrak saja

Tapi pokmas ke kldi pertanggunjawaban adm ..progres dan keu
Laporan progress fisik dan keu. Bisa disertai lpj keuangan disertai bukti2 pmblian serta pmbukuanx dlm rangka akuntabilitas pnggunaan danax oleh masyrakat.
K/L dpt membentuk tim monitoring terkait pnggunaan dana oleh pokmas tsbut. Kl tdk srlesai atau kl ditemukan pnyalahgunaan dana, ya besok2 jgn dikasih lg...

Lho harus dituntut dunk pokmas yg nyeleweng 😀
 Biar tdk diselewengkan, bisa diusulkan tim pndampingan utk pertanggungjawaban dan pnyusunan laporan keu dan progress.
*Itu semua hrs dibuatkan aturan maenx oleh k/l.*
Namax masyrkat, kbnyakan yg terjadi tdk bgitu pham dan perduli hal tersbut, namun akuntabilitas sangat perlu dlm dunia keuangan.
Tulisan ini dibuat dengan diskusi oleh Pak Mandar H
Dalam hal ada yang tidak jelas mengenai aspek keuangan swakelola dapat menghubungi Pak Mandar dengn HP 0813 882 09959

1 comment:

  1. aslkum pak mudji, mohon share informasinya kalo pekerjaan jasa konsultansi yaitu penyusunan kebijakan pemerintah apa boleh diswakelolakan dengan instansi pemerintah lain pelaksana swakelola. batasan pagu anggaran untuk pekerjaan jasa konsultansi yang bisa diswakelolakan berapa pak? makasih

    ReplyDelete