Untuk pengadaan barang, jasa konstruksi dan jasa lainnya dengan metode evaluasi sistem gugur terhadap penawaran yang masuk yang akan dievaluasi hanya 3 penawar terendah saja.
Contoh dalam pengadaan jasa konstruksi yang memasukkan penawaran ada 10 penyedia.
        10 penawaran yang masuk dilakukan koreksi aritmatik bila skema pengadaan menggunakan kontrak harga satuan.
        ( Bilamana aplikasi SPSE sudah tidak memerlukan koreksi aritmatik maka tidak diperlukan                  koreksi aritmatik).
Dalam pengadaan secara kontrak lump sum tidak ada evaluasi koreksi aritmatik untuk harga penawaran.

        Setelah koreksi aritmatik ( kontrak lump sum, urutan total harga yang termurah)
        maka diurutkan penawaran dari para penyedia dari yang termurah.
        Selanjutnya berdasar  nilai penawaran dari yang termurah, di ambil tiga penawaran
        yang termurah untuk dilakukan evaluasi.
        Evaluasi administrasi, teknis, harga dan kualifikasi.
        Bila tidak memenuhi secara SUBSTANSIAL  untuk administrasi, teknis, harga dan
        kualifikasi maka digugurkan, lalu diambil urutan penawaran berikutnya, bahkan bisa
        terambil urutan ke 4 dst.

        Kalau ada pertanyaan dari penyedia urutan ke 6. 
        Pak pokja, saya gugur dimana ?
        Anda urutan ke 6, tidak masuk 3 besar, sehingga tidak dievaluasi.

Dalam pelelangan dengan sistem gugur
Penawaran Penyedia harus masuk 3 besar
Dan harus masuk urutan harga ke 1

Urutan 1 akan gugur bila ada penawaran yang secara substansial yang tidak memenuhi
Bukan digugurkan karena kesalahan remeh temeh seperti kesalahan penulisan tahun.

Contoh sekarang Februari 2018

1. Penawaran tertulis feb 2017 seharusnya feb 2018.
2. Penawaran tertulis Maret 2018  seharusnya Feb 2018

  • Jadi ketika menggugurkan yang termurah, harus ada alasan kuat bahwa persyaratan substansi apa yang tidak terpenuhi?