Jumat, 28 September 2012

DENDA KONTRAK


Pasal 120 Perpres 70 tahun 2012

Selain perbuatan atau tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1), Penyedia Barang/Jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda  keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak atau nilai  bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

PPK  sebelum pelaksanaan pelelangan/seleksi bertugas membuat HPS, Spesifikasi dan draft kontrak.

Dalam draft kontrak di SSKK (syarat-syarat khusus kontrak), mengenai masalah denda  diberi pilihan penulisan mengenai redaksinya.

Pilihannya  ada dua yaitu :

1.    “Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak” atau
2.     “Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan”.

Bagaimana memilih pilihan tersebut ?

Untuk pekerjaan yang merupakan kesatuan pekerjaan, yang tidak dapat  berfungsi out putnya bila terpisah-pisah maka gunakan pilihan yang kesatu. Contoh pengadaan mobil ambulan, ketika mobil diserahkan dan ternyata tidak lengkap dengan tempat tidurnya, maka dikenakan denda  keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak.

Untuk pekerjaan yang fungsinya tidak terkait dengan item-item yang lain maka digunakan pilihan yang kedua. Contoh pengadaan laptop sebanyak 20 laptop, ketika diserahkan 17 laptop dan kurang 5 maka denda dari bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

Misal sekarang ada pengadaan meja dan kursi.

Di dokumen kontrak
Meja ada sebanyak 200 meja  = 200 x Rp. 500,000 = Rp, 100 juta
Kursi ada sebanyak 400 kursi   = 400 x Rp. 200.000= Rp.   80 juta
Harus diserahkan pada tanggal 1 oktober 2012

Redaksi kontrak :
“Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan”.

Pada tanggal 1 Oktober 2012 diserahkan 200 meja dan 370 kursi. Sisa kursi sebanyak 30 kursi baru diserahkan tanggal 4 Oktober 2012.  Berarti ada keterlambatan 3 hari atas 30 kursi sehingga perhitungannya sbb :
30 kursi x 3 hari x 1/1000 x Rp. 200.000 =  Rp, 18.000

Bandingkan bila di redaksi kontraknya untuk pengadaan meja kursi ditulis  “Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak” Bila ada keterlambatan 3 hari atas 30 kursi sehingga perhitungannya sbb :
Rp. 180 juta  x 3 hari x 1/1000  =  Rp,  540.000

Misal ada pengadaan mobil ambulan

Didokumen kontrak = 1 mobil x  Rp. 250 juta = Rp. 250 juta
Harus diserahkan pada tanggal 1 oktober 2012

Redaksi kontrak
“Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak”
Pada tanggal 1 Oktober 2012  belum diserahkan.  Mobil ambulan  diserahkan tanggal 4 Oktober 2012.
Berarti ada keterlambatan  3 hari sehingga dikenakan denda sbb :
Rp. 250 juta  x 3 hari x 1/1000  = Rp. 750.000

Denda dipotong dari pembayaran sebagai penerimaan kas negara/kas daerah.

Bila penyedia dapat menyetor sendiri sebagai penerimaan kas negara/kas daerah, maka pembayarannya  tidak lagi dipotong. 

Pekerjaan Konstruksi :
Contoh ada pekerjaan pembuatan pagar dan pavling block
 a. Pagar Rp. 400 juta
b. pavling block 300 juta
Kontrak menggunakan  “Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan”  
Terlambat diserahkan bagian kontrak mengenai pagar selama 5 hari, makanya denda Rp. 400 juta x 1/1000x 5= Rp. 2 juta. 
Bila kontrak menggunakan “Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak” maka dendanya Rp. 700  juta x 1/1000x 5 = Rp. 3.5  juta

11 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. kalau untuk pekerjaan konstruksi apa pak yang dimaksud:
    1. pemotongan denda keterlambatan dipotong dari nilai Kontrak ?
    2. pemotongan denda keterlambatan dipotong dari nilai bagian Kontrak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai kontrak dari nilai total kontrak.
      Sedangkan bagian kontrak ke nilai bagian kontrak.

      Hapus
  3. Bila penyedia telah melaksanakan pekerjaan 70% untuk kontrak tahun tunggal, tertanggal 19 desember dan bersedia dikenakan denda 5% sehingga bertambah waktu 50 hari kalender, bagaimana proses bila seperti ini? Karena melewati tahun anggaran? Dan dendanya 5% dari kontrak atau bagian kontrak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk dana APBN bisa lihat di Perdirjen Perbendaharaan no. 37 tahun 2012. Untuk pemda harus ada kesepakatan dengan bagian keuangan atau ada keputusan kepala daerah

      Hapus
  4. apakah ada syarat untuk denda 1/1000 ??

    contoh : pekerjaan baru 60 %, jatuh tempo 31 desember ... maka kontraktor mendapatkan denda 1/1000 atau pemutusan kontrak ??

    BalasHapus
  5. bukan denda..pemutusan kontrak

    BalasHapus
  6. Apabila yang terjadi sebaliknya, pembayaran terlambat/wanprestasi dari instansi pemberi pekerjaan bagaimana pak? Seperti yang terjadi pada kami, pembayaran sampai sekarang februari 2014 belum dibayarkan, padahal pekerjaan selesai bulan november, dan sudah ada berita acara pemeriksaan, dan pelaksanaan sesuai kontrak.
    Terima kasih, mohon pencerahannya.

    BalasHapus
  7. Sore pak muji
    Pngadaan brg yg menggunakan dana DAK kontraknya slsai per tgl 5 desember 2013,tp penyedia hnya mampu menyediakan 38% smpe bts pnyelesaian kntrak.bgmn cra mnhitung dendanya?krn mnurut banwasda mnggunakan denda max 5%..smntra PPK mnghtung 1/1000 dri sisa kntrak.mhn bntuannya

    BalasHapus
  8. Sore Pak,
    Bagaimana jika keterlambatan tersebut disebabkan karena semata-mata kesalahan PPK yang terlambat menyerahkan lahan?

    BalasHapus
  9. Bagaiman langkah-langkan pemberlakuan denda atas keterlambatan pekerjaa konsultansi?

    BalasHapus