header 2

𝘉𝘭𝘰𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘱𝘳𝘪𝘣𝘢𝘥𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 , 𝘦𝘧𝘪𝘴𝘪𝘦𝘯,𝘦𝘧𝘦𝘬𝘵𝘪𝘧,𝘵𝘳𝘢𝘯𝘴𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯,𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘪𝘯𝘨, 𝘢𝘥𝘪𝘭/𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘴𝘬𝘳𝘪𝘮𝘪𝘯𝘢𝘵𝘪𝘧 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶𝘯𝘵𝘢𝘣𝘦𝘭.

Realisasi APBD 2012: Jatim Tertinggi Belanja Modal, Kepri Terendah

Hingga 30 Agustus 2012, dari 33 provinsi di tanah air baru ada 8 provinsi yang telah melaporkan realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012. 

Dari 8 provinsi itu, realisasi penyerapan anggaran khususnya untuk belanja modal yang tertinggi dilakukan oleh Provinsi Jatim yaitu 30 persen, sementara Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan yang terendah baru mencapat 7 persen.

Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto selaku Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (30/8), menyebutkan dari data 8 provinsi yang telah menyerahkan data realisasi APBD dan 100 Kabupaten/Kota, rata-rata realisasi APBD 2012 mencapai 44,8 persen.

“Namun rata-rata realisasi belanja modal baru mencapai 2,45 persen,” ungkap dia sembari menambahkan, untuk tingkat kabupaten/kota rata-rata realisasi APBD mncapai 32,55 persen dengan belanja modal hanya 2,42 persen.

Menurut Kuntoro, rata-rata realisasi belanja daerah naik menjadi 35 persen dibanding 2011 pada periode yang sama (29 persen). Rinciannya: belanja pegawai 44 persen, belanja barang 27 persen, belanja modal 12 persen, dan belanja lainnya 48 persen. Bandingkan dengan tahun lalu (yoy) yang masing-masing sebesar 39%, 27%, 10%, dan 29%.
 
Mengenai Kabupaten/Kota yang tertinggi realisasi penyerapan APBD, menurut Kuntoro, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan sebesar 46,92 persen dengan belanja modal 53,76 persen. Sementara penyerapan terendah terjadi di Kabupaten Sumba Barat yaitu 8,03 persen dengan belanja modal masih 0 persen.

Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto selaku Ketua TEPPA mengingatkan, bahwa waktu  efektif bagi realisasi anggaran tinggal 75 hari kerja lagi, sehingga dibutuhkan upaya ekstra untuk mendorong agar anggaran lebih cepat terealisasi atau terserap.

“Realisasi anggaran harus dipercepat dan dibenahi. Selain karena ini merupakan amanah rakyat, ke depan, tantangan akan makin kompleks. Mustahil jika itu dijawab hanya dengan kerja alakadarnya. Harus lebih banyak thinking out of the box. Kerja kita harus lebih keras lagi,” ucao Kuntoro berharap.

DKI Terbesar
Kuntoro menyebutkan dari 10 provinsi dengan pagu APBD terbesar, DKI Jakarta merupakan daerah yang memiliki pagu anggaran belanja langsung non pegawai terbesar yaitu Rp 20,957 triliun dari Rp 33,327 triliun pagu APBD; disusul Aceh dengan Rp 5,539 triliun dari pagu 9,511 triliun; Kalimantan Timur Rp 4,982 triliun dari pagu Rp 10,902 triliun; Jawa Timur Rp 4,649 triliun dari pagu Rp 12,214 triliun; dan Jawa Barat sebesar Rp 3,036 triliun dari pagu Rp 15,804 triliun.

“Belanja langsung non pegawai Aceh merupakan kedua terbesar (Rp 5,5 triliun) dari seluruh provinsi, dan tiga tahun terakhir realisasi anggarannya terus meningkat dari 61 persen (2009) menjadi 91 persen (2010), dan 93 persen (2011),” ungkap Kuntoro.
Kemampuan Aceh dalam merealisasikan belanja langsung non pegawai itu, menurut Kuntoro, karena daerah tersebut sudah mampu mengidentifikasi paket kegiatan sejak awal Januari pada masing-masing tahun angaran. (ES) Berita Setneg RI

Post a Comment

1 Comments

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda

    ReplyDelete