Friday, August 30, 2013

Pembayaran kontrak lump sum untuk hasil pekerjaan yang tidak mencapai 100%



Dalam kontrak lump sum senilai Rp. 264 juta, untuk pengadaan bibit tanaman, penyedia  tidak dapat memenuhi pekerjaan  s.d.  100% karena cuaca dan tidak adanya stok.
Kontrak
Realisasi
15.000 bibit x

14.100 bibit x
20.000 bibit y

19.000 bibit y
10.000 bibit z

8.400 bibit z

Bagaimana sanksi dan perhitungan pembayaran atas kontrak lumpsum yang diputus ?
Perlu menjadi perhatian agar dalam pengadaan barang jasa, dalam hal kemungkinan besar untuk  hasil kontrak tidak akan tercapai 100% karena adanya banyak faktor yang akan mempengaruhi pencapaian pekerjaan,  dengan demikian seharusnya dalam pelelangan dan kontraknya digunakan jenis kontrak harga satuan.

SANKSI tidak tercapainya pekerjaan
Pasal 93 ayat 1b
Penyedia Barang/Jasa lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan;
Pasal 93 ayat 2
Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa:
a.         Jaminan Pelaksanaan dicairkan;
b.        sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia Barang/Jasa atau 
       Jaminan Uang Muka dicairkan;
c.         Penyedia Barang/Jasa membayar denda keterlambatan; dan
d.        Penyedia Barang/Jasa dimasukkan dalam Daftar Hitam.
Bagaimana pembayaran kepada penyedia tersebut, mengingat sebagian besar barang diterima dan dimanfaatkan ? 

Selama ini selain dikenakan sanksi, sering terjadi penyedia tidak boleh dibayar atau menjadi kerugian negara secara Total Loss karena alasan kontrak lump sum, tentunya hal demikian tidak adil ketika ada prestasi yang diberikan oleh penyedia dan output/manfaat yang kita terima.

Kontrak lump sum  mempunyai ciri yaitu tidak ada rincian harga di penawaran penyedia atau di kontrak, sehingga untuk menilai pembayarannya dapat  dibantu dengan pendekatan HPS yang pernah dibuat dan diperlakukan perhitungan sebagai kontrak harga satuan, dengan contoh perhitungan  sebagai berikut :

HPS :
Kontrak
Harga satuan Rp.
Jumlah
15.000 bibit x

10.000
150.000.000
20.000 bibit y

5.000
100.000.000
10.000 bibit z

2.000
20.000.000

Total
270.000.000

Bibit x =( (264.000.000/270.000.000 x 150.000.000)/15.000) x 14.100 = 137.866.667
Bibit Y =( (264.000.000/270.000.000 x 100.000.000)/20.000) x 19.000  =  92.888.889
Bibit z =( (264.000.000/270.000.000 x  20.000.000)/10.000)   x 8.400    = 16.426..667
Total Rp. 247.182.222
Jadi dari kontrak senilai Rp. 264.000.000 yang bisa dibayar adalah Rp. 247.182.222

Tulisan ini hasil diskusi dengan Bapak Sutan S Lubis

No comments:

Post a Comment