Thursday, October 24, 2013

Kegagalan konstruksi atau kegagalan bangunan (2)

Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia.
Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia kepada PPK dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan, menjadi tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum.

Kegagalan konstruksi lebih dekat kepada pelaksanaan kontrak, sedangkan kegagalan bangunan terjadi setelah FHO (serah terima akhir).

Baik kegagalan konstruksi atau kegagalan bangunan diperlukan adanya tim peneliti kontrak.
Tim dapat terdiri dari orang-orang yang kompeten dalam perencanaan, pelaksanaan, pengadaan, hukum kontrak dan keuangan.

No comments:

Post a Comment