Saturday, May 3, 2014

Pengadaan alat berat

1. Apakah pengadaan alat berat harus menggunakan pihak ketiga ?
2.  Harga survei yang merupakan harga jual sebesar Rp. X,  kemudian profit HPS adalah 10%
     Apakah HPS =   Rp. X + Profit 10% ?

3.  Apakah pengadaan alat berat yang tidak di catalog LKPP bisa dilakukan penunjukan langsung kepada dealer/distributor resmi  ?

Tanggapan

1.  Berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya pada pasal 19 antara lain disebutkan "memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk menyediakan Barang/Jasa". Dengan demikian pengadaan alat berat dapat disyaratkan penyedianya adalah dealer atau distributor.
2.  Berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya pada pasal  66 antara lain disebutkan mengenai harga pasar. Dengan demikian bila harga survai kepada level penyedia (dealer/distributor) yang akan ikut dalam pelelangan kita adalah harga jual, maka tidak perlu ditambahkan keuntungan, karena harga jual sudah termasuk keuntungan.
3. Dalam hal spesifikasi alat berat yang diperlukan tidak ada di catalog, maka agar dicari terlebih dahulu di catalog mengenai alat berat yang spesifikasinya mendekati. Dalam hal  tidak ada di catalog maka dilakukan pelelangan/pengadaan langsung sesuai dengan nilai pengadaan,  dengan penyedianya adalah dealer/distributor. Bila nilainya dibawah Rp 200 juta maka dapat dilakukan pengadaan langsung dengan klarifikasi teknis dan negosiasi kewajaran harga.
4. Dalam hal berdasarkan identifikasi kebutuhan hanya bisa dipenuhi oleh satu penyedia maka dilakukan dengan penunjukan langsung, dengan klarifikasi teknis dan negosiasi kewajaran harga

No comments:

Post a Comment