Tuesday, March 7, 2017

KONTRAK DESIGN AND BUILD

Perlu kehati-hatian dalam menetapkan kontrak DB dalam pekerjaan konstruksi.
1.       Sulit mempertanggungjawabkan  mengkaitkan antara volume terpasang dengan harga satuan oleh pemeriksa atau auditor
2.       Yang ditawarkan kontraktor bukan harga satuan pekerjaan,  yang ditwarkan keutuhan konstruksi. 
3.       Penawaran yang ditwarkan bukan volume terpasang tetapi kegiatan yang akan dilakukan
Contoh, pondasi menawarkan X rupiah dalam satuan lumpsum
Hasil DED gedung nanti harus memenuhi mutu.
Tiang beton yang ditawarkan bukan kubikasi tiang beton, tetapi kebuthan berapa adanya tiang.
Design build diproses pengadaannya atas dasar Basic design dan kriteria design
Basic design, misal menggambarkan ukuran panjang atau luas saja
Kriteria design  misal memuat kalimat kriteria konstruksi
DB harus ada MK, bahkan MK harus diawal
MK menyusun Basic design dan kriteria design untuk melelangkan kontraktor
Tidak ada HPS
HPS dapat mengacu kepada pagu
Yang menang bukan yang murah
Yang lolos dalam konsep design ( konsep unggul ).
DED dalam kontrak konvensional sudah dibuat oleh konsultan perencana.
Sedang dalam DB , mengenai DED tersedia di akhir pekerjaan.
DB bentruknya kontrak lump sum ( karena belum tesedia gambar detail).
Keunggulan DB ( untuk memilih atau tidak memilih DB ).
1.       Waktunya lebih cepat ( perencanaan sudah bergabung dengan konstruksinya,
2.       Tidak ada review revisi design (karena design langsung dikerjakan)
3.       Penggunaan material cenderung menggunakan pre cast
4.       Harga pasti.

Kemahalan ? dilihat dari selisih harga atau efektifitas.

Hasil diskusi dengan Pak Riad Horem  HP 0812 806161953

No comments:

Post a Comment