Sunday, April 9, 2017

Dalam masa pemeliharaan , penyedia tidak bersedia melakukan perbaikan

Dalam masa pemeliharaan di pekerjaan konstruksi ada kerusakan...apakah jaminan pemeliharaan bisa dicairkan digunakan ?
Sebelum dilakukan PHO sesuai ketentuan untuk pekerjaan konstruksi terlebih dahulu harus dilakukan tes and commissioning untuk memastikan semua pekerjaan yang terbangun sesuai ABD semua berfunsi dengan baik, air bersih, air kotor, air buangan, lighting, sparing u ac, internet, antena tv, sistem sanitasi, talang air, saluran drainase, reservoir ground/elevated, eskalator semua berfungsi dengan baik tidak ada yang bocor/fail.
Disamping itu semua pekerjaan mandatori yang diatur dalam RKS meski tidak ada kuatitasnya sdh dilaksanakan dan dibuatkan BA yang di tandatangani PPK dan kontraktor Setelah itu dibuatkan final kontrak. Kedua hal tsb yang digunakan oleh PPHP untuk melakukan pemeriksaan akhir (sebagai aparatur dari PA).
Pertanyaannya pekerjaan pemeliharaan itu apa?
Pek pemeliharaan adalah cacat/ kerusakan mutu yang terjadi setelah serah terima I, sebelum FHO. Misal ada bagian bangunan yang rusak karena ada penurunan tanah (setlement) sehingga perlu diperbaiki seperti waktu serah terima I.
Pertanyaan apa boleh menggunakan uang retensi (kalo belum lewat tahun anggaran) atau jam pemeliharaan. Jawabannya boleh, kalau penyedia sdh di beri waktu tapi tidak mengerjakan, bisa ditunjuk penyedia lainnya senilai pek pemeliharaan yang dikerjakan. Apabila ada sisa retensi dikembalikan ke penyedia atau sisa pencairan jaminan pemeliharaan disetor ke ke kas negara / daerah.
Bagaimana kalau biaya pemeliharaan melebihi jaminan pemeliharaan ?
Masa pemeliharaan masih menjadi beban penyedia, meskipun ada biaya pemelihraan yang melebihi nilai jaminan pemeliharaan.
Penyedia yang tidak memperbaiki kerusakan dalam masa pemeliharaan dapat dikenakan daftar hitam...
Coba lihat Perka LKPP mengenai daftar hitam .. Perka LKPP No. 18 tahun 2015

Kontribusi pak Alwi Ibrahim


No comments:

Post a Comment