Monday, March 12, 2018

PENGADAAN KONSTRUKSI KONTRAK GABUNGAN LUMP SUM DAN HARGA SATUAN

Bila sudah menentukan kontrak gab ls+hs maka dlm kontrak tsb=
A hs ( harga satuan)
B ls ( Lumpsum)

*Proses lelangnya=*
Seluruh pek di slot A menngikuti ketentuan HS...(mengkoreksi hasil perkalian volume dengan harga satuan peserta lelang, mengkoreksi volume  dan satuan yg salah dicocokan dgn vol dan satuan dlm hps)

Demikian juga jika pek di slot B menngikuti ketentuan LS...(hanya pembetulan volume dan satuan saja)

*pada saat kontrak*
setelah SPMK dilakukan pengukuran bersama lagi untuk menyesuaikan kondisi lapangan dengan gambar,Volume , spesifikasi atau lainnya agar terjadi kesamaan pemahsman kondisi lapangan. Dlm bahasa sederhsna dimulai dari mana (MCO) dan berakhir dmn? (Bersama2 pelaksana, perencana/pengawas/penyedia/PPk dan tim peneliti Kontrak). Apabila ada perubahan lingkup diantaranya , maka diputuskan untuk mendapat kesepakatan dan dtuangkan dlm kputusan bersama pada adendum kontrak (?), sebagai acuan dlm melaksanakan pekerjaan. Tegaskan kembali mana yg diangap pekerjaan dengan imbalan LS dan mana pekerjaan yg diangap imbalan HS

Ketentuan diatas mengapa wajib lagi dilakukan pembahasan bersama ( PcM) krna hasil gambar/design yg dihasilkan perencana saat pemilihan sebenernya masih bersifat asumsi perkiraan atau pendekatan2 sehingga kesesuaianya semestinya di lakukan kembali pada saat kondisi diatas. 

sehingga pada saat dimulainya pekerjaan,seluruh pelsksanaan lumpsum harus ikuti hierarki LS...demikian juga pelaks pek HS harus ikuti hierarki HS.

Apabila mash ada perbedaan antara gambar dan volume dilapangan, pada saat dilaksanakan pekerjaan, (item pekerjaan HS) ,pengawas sebagai pihak yg mengawasi pekerjaan melaporkan kepada PPk dan dan kepenyedia apakah akan dilakukan pengurangan ataukah penambahan pekerjaan , sehingga kesepakatan itulah yg dijadikan acuan kembali dan dilakukan adendum kontrak, (PERUBAHAN KONTRAK) sehingga tdk ada selisih pada saat audit pemeriksaan antara yg terpasang dan sisa yg tdk terpasang.

From  Pak Anton PUPR

No comments:

Post a Comment