Monday, October 1, 2018

Asal material penyedia berbeda lokasi dengan survai ppk ( data konsultan perencana )

Kontrak pembangunan  Jalan

Pembuatan ahs hps dari sumber material lokasi 10km.

Ternyata penyedia yg berkontrak  mengambil dari lokasi lain..dan jaraknya 6km
.
Hal ini
A. Kerugian negara
B. Bukan kerugian negara
C. Salah membuat hps
D. Tidak masalah

Jawabanya bukan kerugian negara...atau tidak masalah sepanjang nilai kontrak wajar.

Contoh saat tanda tangan kontrak ambil semen di ditoko A....

Dlm pelaksanaan toko A tutup krn bangkrut...maka ganti toko B yg jarak lebih dekat....

Menurut saya bukan caranya memperoleh semen.... tetapi apakah *mutu semen* dan *spesifikasi pek* sesuai kontrak?

Demikian juga bila ternyata PT B....lebih jauuuuh jaraknya... negara nggak mbayari *kekurangannya*

Pemahamannya akan spt itu pak *SAMA*...bahwa jarak dekat atau jauh tidak boleh menpengaruhi kuantitas dan spec yg dituntut dlm kontrak...yg dituntut di kontrak bukan prosesnya tetapi pek terpasang apakah memenuhi vol dan spec tidak?

Kontrak dng HS adalah HS yg tetap & mengikat.

Contoh diatas, jarak deposit memendek, bagaimana kalau jarak deposit memanjang (dari 10 km menjadi 12 km) karena yg dekat sudah habis stock yg memenuhi syarat. Apakah penyedia boleh mengajukan HS baru?

Pengguna itu beli produk jadi, bukan beli bahan ataupun proses. Yg dianut adalah HS bukan Harga Pretelan atau Komponen.

Kalau penyedia bisa dapat bahan dari lokasi yg lebih dekat, sudah rejekinya.
Kalau penyedia dapat bahan dari lokasi yg lebih jauh, yowis apesnya.
Ini kontrak/bisnis yg tentu saja ada untung/ruginya.
Maaf, kita kadang2 mind setnya cuma pingin penyedia rugi, bagaimana dunia konstruksi kita bisa maju.

Itu bukan kerugian negara menurut alasan
1. Pembuatan ahs HPS itu sifatnya ancar2

2. Pada proses tender, angka tsb yg tertera hanya pada BQ, tdk disertakan rumus analisanya, terkoreksi oleh RAB penawaran.

Asal semua ini bukan kesengajaan memilih lokasi dengan harga tinggi yang merupakan modus yang diiringi dengan tujuan untuk korupsi. Mari dilihat adanya keserakahan, jangan hanya sekedar karena kesalahan.

Hasil diskusi dengan Irawan S., Antonius S dan Sri Wiharnanto


No comments:

Post a Comment