Kamis, 19 Juli 2012

Perhitungan pajak konsultan perorangan (konsultan non konstruksi)


Bagaimana Perhitungan Pajak Konsultan Perorangan  (Non Konstruksi) ?

Konsultan perorangan dikenakan PPh pasal 21 dan tidak dikenakan PPN.
PPN akan dikenakan kepada konsultan bila penghasilannya mencapai Rp. 600 juta rupiah.
Yang tidak punya NPWP akan dikenakan PPh  lebih tinggi 20%.

Dasar Pengenaan PPh Pasal 21 Tenaga Ahli
  • Jumlah penghasilan bruto
Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21 berupa Jumlah penghasilan bruto, yang berlaku bagi penerima penghasilan selain penerima penghasilan yang dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21 berupa Penghasilan Kena Pajak atau jumlah penghasilan yang melebihi bagian penghasilan yang tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21.
 Tarif Pemotongan PPh Pasal 21 Tenaga Ahli
  • Tarif Pasal 17 dari Jumlah Penghasilan Bruto
Tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan diterapkan atas :
ayat 1 (a):
jumlah penghasilan bruto untuk setiap pembayaran yang didasarkan pada penyelesaian suatu pekerjaan atau jasa yang menurut maksudnya tidak bersifat berkesinambungan, yang diterima oleh bukan pegawai.

ayat 1 (c):
jumlah kumulatif penghasilan bruto sebagai imbalan atas pekerjaan atau jasa yang menurut maksudnya bersifat berkesinambungan, baik berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis atau berdasarkan keadaan yang sebenarnya, yang diterima oleh bukan pegawai.

Sejak 1 Januari 2009 besarnya tarif PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima termasuk oleh tenaga ahli seperti pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris berlaku tarif umum PPh Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan yang dikenakan dari Penghasilan Bruto, kecuali atas penghasilan yang diterima termasuk oleh tenaga ahli yang diterima secara berkesinambungan dalam 1 (satu) tahun kalender yang dihitung setiap bulan, maka PPh Pasal 21 dihitung dari Penghasilan Kena Pajak (Penghasilan Bruto dikurangi PTKP).

 Tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan , yaitu:
  • Penghasilan s.d Rp 50.000.000, tarif 5%
  • Penghasilan s.d Rp 50.000.000 s.d. Rp 250.000.000, tarif 15%
  • Penghasilan Rp 250.000.000 s.d. Rp 500.000.000, tarif 25%
  • Penghasilan di atas Rp 500.000.000, tarif 30%
Ketentuan  dalam  Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2009
50% (lima puluh persen) dari jumlah penghasilan bruto, yang berlaku bagi tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas

Contoh Penghitungan:

Ada konsultan perorangan non konstruksi sbb :

1.   Azka  (punya  NPWP)  ada kontrak (membuat SOP)  dengan pemerintah senilai Rp.  45 juta , dikenakan   PPH berapa rupiah ?

2.  Bily  (ada NPWP) ada kontrak (membuat  aplikasi manajemen surat)  dengan pemerintah senilai Rp.  80 juta .  dikenakan  PPH berapa rupiah ?

3.  Catur (ada NPWP)ada kontrak ( membuat  assesmen  eselon pegawai)  dengan pemerintah senilai Rp.  290 juta .  dikenakan  PPH berapa rupiah ?

4.  Dien  (ada NPWP) ada kontrak (membuat program  pelatihan peningkatan pendapatan daerah) dengan pemerintah senilai Rp.  600 juta .  dikenakan  PPH berapa rupiah ?

5.  Elam (tidak punya  NPWP) ada kontrak (membuat laporan tahunan )  dengan pemerintah senilai Rp.  25 juta , dikenakan   PPH berapa rupiah ?

Jawaban :
1.       Azka  , dikenakan   PPH  =

Rp. 45 juta x 50% x 5% =  Rp. 1.125.000

2.       Bily  dikenakan  PPH  =

Rp. 80 juta x 50% x   5% =   40.000.000 x 5% =
                                                  Rp.    2.000.000
Bily belum mencapai Rp 50 juta maka dikenakan hanya 5%

3.       Catur   Rp. 290 juta dikenakan  PPH =

Rp.   100 juta x 50% x   5% =  Rp.    50.000.000 x 5%   =     2.500.000
Rp.   190 juta x 50% x 15% =  Rp.    85.000.000 x 15% =  12.750.000
                                                                                 Rp.       15.250..000

Catur sudah mencapai Rp 50 juta sehingga bila dijumlah dengan Rp. 85 juta menjadi Rp. 135 juta sehingga masuk dalam level 15% yaitu di posisi antara Rp.  50.000.000 s.d. Rp 250.000.000

4.        Dien  Rp. 600 juta dikenakan  PPH =

Rp.  100 juta x 50% x   5% =   Rp.    50.000.000 x 5%   =     2.500.000
Rp.   400 juta x 50% x 15% =  Rp.   200.000.000 x 15% =  30.000.000
Rp.  40 juta x 50% x 25% =  Rp.       20.000.000 x 25 % =    5.000.000
                                                                                  Rp.      37.500.000

5.       Elam   dikenakan  PPH  =

Rp. 25 juta x 50% x 6%Rp.   750.000

Mengenai konsultan non kontruksi yang berbentuk badan usaha perlu ditulis sendiri.


Referensi :
            PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR: PER· 31 /PJ/2009

Catatan : bila uraian ini bertentangan dengan peraturan perpajakan atau penjelasan resmi kantor pelayanan pajak,  maka mohon abaikan artikel ini.

8 komentar:

  1. kalau konsultan perencana / pengawasan kontruksi yang nilai pekerjaannya dibawah 10 juta dilakukan oleh perseorangan bagaimana perhitangan pemotongan pph nya??? pasal brp y dipakai??

    BalasHapus
    Balasan
    1. dikenakan pph final...
      jika pengusaha jasa konstruksi mempunyai surat izin maka dikenakan 4%, namun apabila pengusaha tidak mengantongi izin usaha maka akan dikenakan 6%

      Hapus
  2. Salam Sukses Untuk Rekan Rekan Konsultan Pajak.

    Bagi rekan rekan apabila membutuhkan software aplikasi MPN G2 silahkan bisa hubungi kami.

    PT Metalogic Infomitra
    Konsultan Software
    Telp 021 5324790 (herry / tugiman)
    metalogickonsultansoftware.blogspot.com

    BalasHapus
  3. bapak mudjisantosa saya mau menanyakan, apa diperbolehkan bila suatu perusahaan mengikuti proses lelang barang dan jasa menggunakan npwp perorangan

    BalasHapus
  4. bapak mudjisantoso,

    say amau nanya itu kok untu penghasilan diatas 600 dari contoh artikel kok perhitungannya di pecah ya dr 100, 400 dan 40 itu dapat angka dari mana ya? itu kalau di jumlah juga nggak sampai 600 juga

    BalasHapus
  5. Bu,konsultan yg terima pembayarannya bulanan secara fix apa bisa gunakan perhitungan seperti Kasus Dien?

    BalasHapus
  6. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Mia.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 JUTA) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com dan miss Sety yang saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia dia juga mendapat pinjaman dari Ibu Cynthia baru Anda juga dapat menghubungi dia melalui email nya: arissetymin@gmail.com Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    BalasHapus
  7. Halo,
    Kalau dalam satu tahun ini saya menerima penghasilan sbg konsultan, namum jg di tahun ini saya pernah bekerja di perusahaan lain sbg pegawai tetap. Gimana ya pa untuk laporan SPT nya? apa bisa langsung gabungkan income dua perusahaan walau beda status?
    trims
    Abraham

    BalasHapus