Senin, 27 Mei 2013

hal-hal yang tidak substanstial yang menggugurkan penawaran



Seringkali dalam evaluasi ditemukan hal-hal yang tidak substanstial yang menggugurkan penawaran.
Hal-hal substansial adalah hal yang berhubungan dengan yang esensi atau pokok dalam suatu penawaran. Tanpa hal tersebut penawaran akan menjadi tidak memenuhi sebagai penawaran  atau pekerjaan yang akan dikerjakan tidak akan tercapai.

Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan:
1) Ketidakikutsertaan dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran; dan/atau
2) kesalahan yang tidak substansial, misalnya kesalahan pengetikan, penyebutan sebagian nama atau keterangan, surat penawaran tidak berkop perusahaan;

Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan ini dipenuhi/dilengkapi.

Misal dalam hal jaminan penawaran bila meragukan penulisan nama kegiatan di jaminan penawaran.
Tertulis kegiatan pemeliharaan pagar BRS  600 meter  yang seharusnya kegiatan pembangunan pagar BRC 606 meter maka substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran agar  diverifikasi dengan dokumen penawaran yang lain, bila masih kurang jelas dan meragukan agar dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja ULP kepada penerbit jaminan.
Dalam beberapa hal klarifikasi dapat dilakukan kepada penyedia peserta. Hal yang kurang jelas atau meragukan, Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan peserta. Dalam klarifikasi kepada peserta tidak diperkenankan merubah substansi penawaran. Hasil klarifikasi bila dokumen tidak sesuai akan dapat menggugurkan penawaran.

4 komentar:

  1. dalam perpres jaminan penawaran adalah 1-3% dr HPS, namun kami membuat dalam dokumen adalah 3%, apakah peserta yg kurang 3% dapat digugurkan

    BalasHapus
  2. Dalam Persyaratan Teknis Pokja Mencantumkan :
    - Surat Pernyataan Jangka Waktu Pertanggungan selama 12 Bulan ( 365 hari Kalender ) bermaterai Rp.6.000,- (enam ribu rupiah) bertanggal, bulan, tahun ditandai oleh yang berhak/yang diberi kuasa ..dst

    PENAWARAN PENYEDIA KAMI GUGURKANKARENA PENYEDIA DALAM SURAT PERNYATAAN MENCANTUKAN KALIMAT SBB :

    Surat Pernyataan Jangka Waktu Pertanggungan selama 12 Bulan ( 360 hari Kalender ) ...dt

    DALAM SURAT PERNYATAAN PENYEDIA 12 BULAN (360 HARI KALENDER)

    Kami disanggah oleh penyedia karena mereka menganggap tidak substantif perlu diklarifikasi karena beralasan kesalahan ketik, tapi kami panitia menganggap ini substantif karena jadwal pelaksanaan pekerjaan tidak bisa diklarifikasi (post bidding), mohon penjelasan bapak apakah sikap panitia sudah benar, tks

    BalasHapus
  3. mohon penjelasannya
    didalam surat penawaran saya tertulis tanggal 21 mei 2013, seharusnya 21 mei 2014, sedangkan di file jaminan penawaran, rab, jadwal pelaksanaan, surat dukungan, dan semua file selain surat penawaran tertulis 21 mei 2014, apakah itu dapat mengugurkan lelang
    mohon penjelasan dan terima kasih

    BalasHapus
  4. Mohon Penjelasannya
    Di Dokumen Pengadaan disampaikan Jaminan Penawaran berlaku selama 90 (sembilan puluh hari) kalender tetapi saat pembukaan penawaran semua penyedia menuliskan masa berlaku Jaminan Penawarannya tidak sesuai dengan Dokumen Pengadaan yaitu 60 (enam puluh hari) kalender. Mereka mengatakan di Dokumen Pengadaan ada tertulis 60 (enam puluh hari) kalender namun tidak bisa menunjukan pada point/halaman berapa di Dokumen Pengadaan yang menunjukan 60 (enam puluh hari) kalender. Di dalam LDP jelas-jelas tertulis 90 (sembilan puluh hari) kalender. Panitia pada saat tersebut tidak menggugurkan penawaran, hanya saja menandai kelengkapan sebagai TMS(Tidak Memenuhi Syarat). Apakah pelelangan dinyatakan gagal dikarenakan semua penyedia melakukan hal tersebut. Atau hal tersebut tergolong non substansial sehingga pelelangan tetap dilanjutkan. Mohon penjelasannya dan terima kasih.

    BalasHapus