Tuesday, February 11, 2014

Bagaimana pembayaran konsultan pengawas bangunan negara ?


Suatu kontrak dengan penyedia konsultan pengawas selama lima bulan, padahal pekerjaan kontruksi yang diawasi  kemungkinan bisa selesai  kurang dari 5 bulan, misal 4 bulan atau juga bisa telambat melebihi 5 bulan. 
Skema pembayaran biaya pengawasan dapat dibayarkan sbb:
a.     secara bulanan atau
b.    tahapan tertentu yang didasarkan pada pencapaian prestasi/kemajuan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan, atau
c.     penyelesaian tugas dan kewajiban pengawasan.

Bila pilihan skema kontraknya :

Huruf a, yaitu secara bulanan maka dibuat dalam kontrak harga satuan. Secara satuan kalau misal selesai 4 bulan berarti hanya dibayar 4 bulan saja. Demikian juga kalau 6 bulan, hanya bisa dibayar  enam bulan.

Huruf b yaitu tahapan tertentu yang didasarkan pada pencapaian prestasi/kemajuan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan, yang artinya termin dipengaruhi oleh capaian/progres kemajuan fisik yang diawasi,

Huruf c. penyelesaian tugas dan kewajiban pengawasan.
Konsultan dibayar sesuai ketentuan yang disebut dalam kontrak, belum tentu dipengaruhi oleh capaian fisik.

Memperhatikan pertanyaannya, maka penulis cenderung memilih huruf  b, konsultan pengawas akan dibayar  sesuai kemajuan fisik yang diawasi, yang diharapkan konsultan pengawas ikut  mendorong lebih cepat selesainya pekerjaan konstruksi.

Namun dalam hal kenyataan pekerjaan konstruksi masih banyak yang terlambat maka pilihan b, tidak menguntungkan bagi penyedia konsultan pengawas.  Pilihan win win solution adalah kontrak harga satuan dalam bulanan.
Rujukan. Permen PU 45 tahun 2007

2 comments:

  1. Tapi gmn apabila konsultan sdh mendorong fisik agar bisa selesai namun sampai dengan waktu pekerjaan fisik atau waktu pekerjaan konsultan habis, pekerjaan fisik tidak selesai 100%, misal prestasi fisik 60% dan dinyatakan selesai dengan sangsi, berarti di sini waktu konsultan pengawas habis atau progres 100%, apakah boleh dibayar untuk konsultan 100%

    ReplyDelete
  2. penyelesaian pelaksanaan pekerjaan fisik tidak tergantung pada kesiapan tenaga kerja dilapangan saja, tapi cuaca, oarder material dari pihak ketiga dan kesiapan si kontraktor memiliki dana untuk melaksanaan proyek tersebut, sebagaian kontraktor selalu mengharapkan pencaiaran dana baru bisa bekerja, sementara kami dari konsultan, terhitung dari spmk sudah diminta diturunkan personil dilapangan, dengan begitu man month personil tersebut harus dihitung dan dibayar. belum ada istilahnya personil pengawas tersebut dibayar sesuai dengan hari kontraktor bekerjan saja. intinya apakah ketidak siapan kontraktor bekerja dilapangan harus ditanggung juga oleh konsultan pengawas? sementara konsultan pengawas tidak pernah turut serta dalam proses tender untuk penunjukan kontraktor pelaksana.

    ReplyDelete