Tuesday, February 25, 2014

PEMECAHAN PAKET PENGADAAN TIDAK SELALU DIHARAMKAN

Pengadaan meja kursi  senilai Rp. 350 juta
a. Meja Kursi Jati senilai Rp. 190 juta
b. Meja Kursi pabrikan senilai Rp. 170 juta

 Apakah pengadaan satu paket, mengingat ada di dalam satu kode rekening atau satu DPA ?



Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 24 ayat (3) huruf b, dalam melakukan pemaketan Barang/Jasa, PA dilarang menyatukan beberapa paket pengadaan yang menurut sifat dan jenis pekerjaannya bisa dipisahkan dan/atau besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil;

Pemecahan paket harus berdasarkan alasan yang jelas dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan yang efisien dan efektif. Proses pemilihan untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang memiliki spesifikasi teknis yang sama pada waktu yang sama dan kelompok belanja yang sama harus dilakukan secara sekaligus. Namun demikian pemecahan paket dapat dilakukan karena perbedaan target Penyedia, perbedaan lokasi penerima/pengguna barang yang cukup signifikan, atau karena perbedaan waktu pemakaian barang/jasa tersebut

Mengacu pada ketentuan tersebut di atas, bilamana sifat dan jenis pekerjaan untuk pengadaan meubelair dari jati membutuhkan desain khusus yang berbeda dengan meubelair pabrikan, maka proses pemilihan penyedia dilakukan dengan paket yang terpisah.

Berdasarkan nilai pemaketan, bila nilainya masing-masing dibawah Rp. 200 juta maka dilakukan dengan pengadaan langsung dengan negosiasi harga.

Yang dilarang memecah paket adalah bila paket tersebut termasuk dalam kategori yang dilelangkan misal pengadaan meja kursi kayu jati Rp. 350 juta, kita pecah jadi dua paket sehingga tidak lelang, namun  bila dipecah dan dilelangkan maka hal tersebut juga boleh.

Ketidaktepatan dalam pemaketan, bukanlah suatu hal yang bersifat pidana, hanya cenderung kemungkinan akan pemborosan naggaran bila tidak tepat mencapai efisiensinya.

Perlu diingat sebagai pelaksana pengadaan untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif seperti menerima suap/ gratifikasi.

2 comments:

  1. kami ada pekerjaan pembuatan WC pagu 200jt, pembuatan Gazebo 55 juta, dan pembuatan Baliho 35 jt,pekerjaan ini satu kegiatan, satu kode rekening dan satu lokasi kegiatan,,,boleh tidak diadakan dengan metode pengadaan langsung?
    mohon penjelasannya..

    ReplyDelete
  2. Kami ada pekerjaan fisik pembangunan aula kantor. Dilaksaakan secara bertahap(tahap I dan II), dimana tahap I dianggarkan dalam DPA Induk senilai 129juta, dan tahap II (lanjutan) dianggarkan dalam DPA perubahan senilai Rp.250juta.Pengadaannya menggunakan metode pengadaan langsung.Pertanyaan: Apakah pekerjaan fisik yang dilaksanakan secara bertahap dalam tahun anggaran yang sama dikategorikan pemecahan paket? Apakah metofe pengadaan langsung untuk kegiatan diatas menyalahi aturan?Mohon penjelasan.

    ReplyDelete