Sunday, March 29, 2015

IP address dalam proses pelelangan

Alamat IP (Internet Protocol Addresss atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Penawaran penyedia memiliki IP address.
Dengan  IP address yang sama dari beberapa penawaran yang masuk , sering dinilai sebagai indikasi adanya persengkokolan penyedia.
Benarkah demikian ?
Apakah  pokja ULP yang melakukan evaluasi penawaran  mengetahui mengenai IP address ?

Pokja ULP tidak mengetahui mengenai kesamaan IP address tersebut. Pokja ULP tidak ada perintah mencari  adanya kesamaan IP address.
Yang  mengetahui mengenai IP address adalah LPSE.
Auditor dan aparat penegak hukum dapat mengetahui bila diberi akses atau diberi data mengenai hal tersebut. Kesamaan IP addres bagi Auditor dan aparat penegak hukum menjadi bagian yang menjadi perhatian, ada tidaknya pengaturan lelang.

Apakah pokja ULP dapat mengetahui IP  Address  ? Dapat mengetahui bila diberi data mengenai hal tersebut. Namun pokja  ULP tidak ada perintah mencari  adanya kesamaan IP address.
IP address dari LPSE dapat digunakan bagi pokja ULP, untuk memperdalam bilamana ada indikasi pengaturan lelang.

Menurut pendapat penulis ketika dokumen pelelangan  tidak bersifat mengarah atau kriteria yang diminta dalam dokumen pengadaan dapat dipenuhi oleh semua penyedia maka adanya kesamaan IP address dari semua penawaran yang masuk tidak masalah ketika pelelangan bersifat terbuka, tidak ada yang dihalang-halangi untuk memasukkan penawaran.  Boleh jadi yang memasukkan penawaran,  misal  dari semua penawar yang masuk IP addressnya sama, namun diluar penyedia-penyedia tersebut, bila ada yang memasukkan  penawaran sebenarnya bisa masuk juga, maka hal demikian tidak masalah.

Yang menjadi masalah hukum adalah bukan menyalahkan  adanya kesalahan  proses pengadaan, bahkan dibawa-bawa ke pengadilan hal-hal yang sebenarnya administrasi negara, tetapi adakah  para pihak melakukan suap/gratifikasi/pemalsuan dokumen
Selanjutnya  silahkan dibaca juga artikel lain mengenai hal ini di

No comments:

Post a Comment