Sunday, March 15, 2015

surat dukungan

Surat dukungan dibutuhkan jika barang yang dibutuhkan harus diimpor, atau yang jumlahnya sangat banyak atau sulit diperoleh sehingga membutuhkan jaminan dari pabrikan atau distributor. Dalam hal barang yang dibutuhkan mudah untuk diperoleh, surat dukungan tidak diperlukan.

Untuk pengadaan secara umum, tidak diperlukan adanya surat dukungan.
Namun untuk pengadaan yang bersifat akan berakibat tidak tercapainya hasil pengadaan atas barang/jasa maka diperlukan adanya surat dukungan, bahkan untuk suatu hal yang sifatnya kritikal dapat dipersyaratkan harus punya sendiri.
Surat dukungan diperlukan karena pemilik barang/jasa tidak bersedia ikut lelang, sedangkan barang/jasa tersebut diperlukan dalam pengadaan dan perlu ada, bilamana tidak ada akan tidak tercapai suatu output pekerjaan.
Atau diperlukan harus punya, karena kapasitas pemberi dukungan, mungkin terbatas.

Contoh (mungkin untuk beberapa kejadian mungkin tidak tepat), untuk AMP (aspal) di awal tahun anggaran dapat disyaratkan adanya surat dukungan, tetapi ketika akhir tahun ketika keterbatasan AMP menentukan keberhasilan pekerjaan, maka dapat disyaratkan untuk kondisi waktu tersebut untuk mempunyai.

Untuk produk yang harus didatangkan dari luar negeri diperluklan adanya  Surat Dukungan pabrikan/prinsipal (Supporting Letter)

Apakah surat dukungan perlu dicek ?
Dalam hal meragukan dan kita memiliki dana untuk kunjungan lapangan maka dapat dilakukan.

Bagaimana bila tidak dicek ? 
Pokja ULP melakukan proses administrasi pengadaan, ketika tidak melakukan secara prosedural maka melanggar proses adminsitrasi, sepanjang tidak ada niat jahat atau pengaturan lelang.
Penyedia bila kemudian terbukti tidak memiliki atau menyatakan tidak benar, dapat dinilai memalsukan data.

No comments:

Post a Comment