Tuesday, January 31, 2017

audit untuk volume pekerjaan


Assalamualaikum wr wb pak saya mau tanya ada auditor yg tidak melaksanakan pengujian volume di lapangan namun hanya mendengar keterangan dari orang saja langsung mengangkatnya dalam hasil temuannya apakah bisa pak??

Temuan hrs didukung dengan bukti yang relevan, kompeten, cukup dan material (rekomcuma). Untuk fisik salah satu bukti yang wajib dibuat/didapat adalah uji fisik.

Kalo ada auditor dengan bukti yg tdk rekocuma....
Auditan hrs beri tanggapan/feedback pada auditor krn tdk sesuai standar audit.
Jadi secara umum biasanya utk menguji fisik (volume dan kualitas) ....auditor melakukan teknik pemeriksaan fisik dan hslnya BA pemeriksaan fisik dan jika diperlukan lakukan wawancara pada pihak yg terkait/ bertanggungjawab pada fisik dan hasilnya BAPK (berita acara permintaan keterangan) atau hsl wawancara.

Auditor itu bukan ahli segalanya, jadi kalau terkait keahlian lain dalam ruang lingkup penugasannya maka dapat menggunakan keahlian lain. Contohnya tehnis bangunan barangkali selain spesifikasi teknis mungkin dapat dengan volumenya dapat menggunakan keahlian lain. Sepanjang ahli lain tersebut telah melaksanakan tugasnya sesuai standar dan SOP yang telah ditetapkan, auditor dapat langsung menggunakan hasil kerja dari ahli lain tersebut.

Seharusnya di samping meminta keterangan pihak2 terkait juga memeriksa dokumen2 pendukung, & melakukan pengujian fisik di lapangan. Apabila pengujian fisik tdk dimungkinkan bs dg analisa perhitungan  material yg masuk / digunakan berdasarkan laporan harian pelaksana yg telah di acc pengawas....jd intinya dlm menyimpulkan ada tdknya penyimpangan hrs didukung bbrp bukti yg cukup & kompeten serta diperoleh dg prosedur yg benar berdasarkan standar audit.

Di standar audit bpk peraturan bpk no 1 tahun 2007 dan utk apip permenpan 5 th 2008 disebutkan ada beberapa jenis bukti:
-fisik,
-dokumen,
- keterangan dan analisis.
Ada kewajiban auditor utk menguji bukti tersebut absah. Bukti fisik (antara lain penguji volume spt ditanya) merupakan bukti yg absah krn dilihat dan diuji secara langsung oleh auditor.
Sedangkan bukti keterangan belum tentu absah shg perlu diuji atau minta keterangan pihak lain (seperti triangulasi). Bila hasil uji kuat, bisa saja diangkat sbg temuan meski auditor tidak uji sendiri. Tapi fakta tsb harus disebut dalam pelaporan
Auditor harus tetep menguji di lapangan. Info darimanapun bisa utk tambahan info..dasarnya harus hasil audit di lapangan
Kalo temuannya berupa fisik...  Harus dapat bukti fisik pak
Auditor Harus ngumpulin bukti yg cukup sehingga memotret fakta bukan praduga
Jangan sampai auditor kurang bukti yang meyakinkan, Karena sifat kerugian negara itu harus nyata dan pasti.
Setiap praduga harus dibuktikan, baru bisa dinilai sebagai temuan
Pekerjaan audit memang harus dilakukan secara professional.

Terimakasih untuk rekan-rekan auditor yang bersedia berdiskusi dengan saya siang tadi...

No comments:

Post a Comment