Monday, July 16, 2018

PROSES PENGADAAN LEWAT CATALOG ( EPURCHASING ) WAJIB DIGUNAKAN ?

Dalam Perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya dalam pasal 110 disebutkan keharusan/kewajiban pengadaan dengan menggunakan catalog LKPP / epurchasing 

Selanjutnya TIDAK DIWAJIBKAN lagi berdasar pasal 50 ayat 5 Perpres 16 tahun 2018

"Pelaksanaan E-purchasing wajib dilakukan untuk barang/jasa yang menyangkut pemenuhan kebutuhan nasional dan/atau strategis yang ditetapkan oleh menteri,  kepala lembaga, atau kepala daerah." 

Sepanjang belum ada penetapan maka tidak wajib.

Meskipun tidak diwajibkan namun bila ada di catalog agar menggunakan catalog saja, karena

1. tidak perlu membuat HPS, bila aplikasi e-purchasing minta nego kita lakukan negosiasi
2. spek sudah tersedia
3. boleh menyebut merek
4. tidak harus produk yang paling murah, kecuali bila suatu produk disediakan oleh banyak penyedia ( online shop)


1 comment:

  1. Mengapa masih ada saran tetap beli di ekatalog ? Kami pengusaha lokal mampu bersaing harga...sekalipun astra....lihat harga2 it mahal ongkos kirim mahal...masa harga 650 ribu saja wajib beli di ekatalog untuk produk IT....harga kirim setengah dari harga barang....harusnya ada pembatas...proyek kecil beri ke daerah kami tidak minta fasilitas apapun...kami mampu bersaing harga dengan spek merk dan distribusi yang sama....banyak mark up harga di ekatalog di biarkan....bermain di kode model barang yang speknya sama....jutaan tenaga ukm mati gara2 ekatalog...walau harga kami lebih murah tapi dinas ketakutan di periksa kpk ...apa ini adil ? Tidaklah wajar dana puluhan trilyun hanya untuk segelintir orang rekanan lkpp di IT....bebaskan harga pasar asal tidak lebih dari harga ekatalog...mereka cuman tenaga nya sedikit...bayang 500.000 toko IT jika ada 3 pegawai sudah 1.5 jt tenaga kerja terserap....4 tahun ini kami susah...karena dinas hanya mau beli lewat ekatalog IT walau harga nya mahal dan ongkir selangit...mereka takut di periksa kpk....tapi penyedia rekanan LKPP berpesta pora hanya dengan segelintir pegawai dapat puluhan milyar bahkan trilyunan ...ukm di matikan walau barang dan merk sama

    ReplyDelete