Wednesday, August 3, 2016

TANDA TANGAN PENYEDIA DALAM SURAT PENAWARAN ?

Dalam Perka LKPP No. 14 tahun 2012
Disebutkan bahwa surat penawaran ditandatangani oleh: 
i.                    direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi;
ii.        penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian/anggaran dasar; 
iii.                pihak lain yang bukan direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi yang namanya tidak tercantum dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/ karyawan perusahaan/ karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/ Anggaran Dasar;
iv.               kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik;  
v.                 pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO

Sedangkan dalam Perka LKPP No 1 tahun 2015 disebutkan Surat/Form penawaran dan/atau surat/form lain sebagai bagian dari dokumen penawaran yang diunggah  ke dalam aplikasi SPSE dianggap sah sebagai dokumen elektronik dan telah ditandatangani secara elektronik oleh yang berhak.

Pelelangan kita menggunakan apa ?
Dalam hal pelelangan/seleksi dengan SPSE (Sistem Pengadaaan Secara Elektronik) maka mengikuti Perka No 1 tahun 2015. Dalam sistem ini ketika kita bisa up load penawaran maka tidak diperlukan lagi adanya tanda tangan basah dalam penawaran.

Jadi dalam pengadaan dengan SPSE, penyedia tidak perlu tanda tangan basah dan tidak perlu materai lagi.

Bagaimana kalau dalam pengadaan dengan SPSE, penyedia masih menyampaikan penawaran dengan tanda tangan basah dan bermaterai ? Ya tidak apa-apa.

Silahkan baca :

4 comments:

  1. 1. Bagaimana dgn tanda tangan direktur dlm surat penawaran (adm, teknis, harga) yg discan sehingga pada saat diundang menghadiri pembuktian tandatangan tersebut tdk sama?
    2. Bagaimana bila dlm dokumen pengadaan dipersyaratkan melampirkan hasil scan/pemindaian Surat Pernyataan ditandatangani direktur/pimpinan di atas materai 6000, ternyata direktur melampirkan/upload Surat Pernyataan yg tandatangan dan meterai 6000 tsb hasil scan/edit, sehingga dlm pembuktian tandatangan dan meterai 6000 yg digunakan tdk sama?
    Mohon petunjuk, terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut sy itu post bidding pak,,,alasannya krn pada saat klarifikasi tentu sdh ada perbedaan antara dokumen elektronik yg di upload terhadap dokumen asli yg diminta oleh Pokja,,,hal ini dpt dilihat hasil scan material tempel yg di gunakan dlm dokumen yg di upload memiliki no seri yg sama,,,sedang kan dokumen asli sdh berbeda,,,

      Delete
  2. Tidak ada masalah...

    ReplyDelete
  3. Bagaimana kalau selain direktur, misal personil atau dukungan-dukungan yang dipersyaratkan dalam dokumen tidak menandatangani apakah dianggap sah/diterima penawaran tersebut?

    ReplyDelete