Tuesday, September 13, 2016

apakah hasil pekerjaan yang sudah digunakan, dapat dinilai TOTAL LOST ?

Total lost, kita  artikan hasil pengadaan tidak dapat dibayar sama sekali
Hasil pekerjaannya ada, bahkan sudah digunakan oleh pengguna, kok dihitung sebagai total lost.
Total lost seharusnya :
1. pekerjaannya dinilai fiktif semua
2. pekerjaannya tidak dapat dimanfaatkan semua
3. pekerjaannya yang ada tidak dapat dilanjutkan sebagai rangkaian kesatuan pekerjaan

Namun pengertian ini belum disepakati oleh para auditor.
Antar auditor masih berbeda pendapat. Hal ini masih belum ada rujukan yang disepakati atau belum ada SOP bagi auditor mengenai total lost. Auditor menyandarkan kepada judgement auditor. Lha, kalo gitu ( ada ketidakpastian menghitung) maka ada risiko dan ketidakjelasan bagi pengelola pengadaan dan bisa suatu kezaliman bagi para pengusaha yang telah memberikan prestasi pekerjaan serta telah dipakai.
Penyedia sudah memberikan prestasi dan sudah dinikmati oleh kita, akankah tidak kita bayar ?
Dengan rasa keadilan kita dapat mengungkapkan tiga alasan tersebut kepada auditor yang menilai total lost.

Kita menyuruh teman kita belikan HP, kemudian HP kita pakai, dan teman kita menagih kepada kita, ternyata tidak ada kuitansinya ...
apakah kita akan berkata ... saya tidak mau bayar dan hp tetap menjadi milik saya ...

1 comment:

  1. sepakat pak...memang ketika hasil pekerjaannya ada dan bisa dimanfaatkan walaupun hanya sebagaian tidak bisa disebut total lost...namun memang masih ada auditor terutama yang eksternal maih sering anggap sebagai total lost....sehingga kadang malah jadi julukan "mister total lost"

    ReplyDelete